Karhutla Mengancam, Warga Sanggau Diminta Tetap Waspada
- 10 Sep 2026 12:39 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Sanggau menjadi perhatian serius pemerintah, seiring meningkatnya kejadian di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut juga menjadi bagian dari situasi karhutla di Kalimantan Barat yang pada 2026 mendapat perhatian pemerintah karena tingginya kejadian.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sanggau, Budi Dermawan mengatakan, kondisi karhutla saat ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Sanggau, tetapi juga di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Pulau Kalimantan. Menurutnya, Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi prioritas karena kejadian karhutla yang cukup tinggi.
“Fakta yang terjadi, situasi karhutla pada saat ini khususnya di Kabupaten Sanggau, karhutla terjadi di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan, dan Kalimantan Barat termasuk menjadi provinsi yang menjadi prioritas,” kata Budi Demawan pada program Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis 10 September 2026.
Ia menjelaskan, secara historis kondisi karhutla pada 2026 tergolong cukup parah sehingga menjadi perhatian bersama mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten. Dikatakan Penanganan dilakukan dengan memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana.
“Secara history memang tahun 2026 ini karhutla cukup parah, sehingga menjadi perhatian baik itu pemerintah pusat, provinsi sampai kabupaten,” ujarnya.
Budi menyebut untuk Kabupaten Sanggau, pemerintah daerah telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Karhutla dan bencana asap untuk mempercepat respons terhadap setiap kejadian. BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran, termasuk kawasan yang sebelumnya mengalami kejadian berulang.
“Di Kabupaten Sanggau telah dibentuk Satgas Karhutla dan bencana asap, dan saat ini pemerintah Kabupaten Sanggau telah menetapkan status tanggap darurat untuk 14 hari kedua yang merata terjadi di 15 kecamatan,” ungkapnya.
Budi menegaskan, pemerintah Kabupaten Sanggau saat ini telah menetapkan status tanggap darurat untuk masa 14 hari kedua. Kondisi karhutla tersebut disebut telah merata terjadi di seluruh 15 kecamatan di Kabupaten Sanggau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....