Kemarau dan Kabut Asap Ancam Ternak Unggas Sanggau

  • 09 Sep 2026 09:50 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Musim kemarau panjang mulai berdampak terhadap kondisi ternak unggas di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terutama ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut membuat peternak kesulitan memenuhi kebutuhan air minum dan menjaga kebersihan kandang selama kemarau berkepanjangan berlangsung kini.

Ketua Asosiasi Ternak Unggas Kabupaten Sanggau Haji Maun mengatakan kemarau dan karhutla sangat berdampak terhadap para peternak setempat. Ia menjelaskan, musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi yang terjadi pada tahun sebelumnya di Sanggau.

“Biasanya kemarau terjadi hanya satu bulan, namun saat ini sudah hampir tiga bulan,” kata Maun pada Program Dialag Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, kemarau panjang membuat kebutuhan air bagi peternak unggas semakin sulit dipenuhi akibat banyak sumur mengering. Kekeringan mulai menyebabkan sejumlah sumur bor milik peternak tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air untuk ternak unggas sehari-hari.

“Dibandingkan tahun kemarin, sumur bor tidak sampai kering, namun saat ini sudah banyak yang kering,” ujarnya.

Dikatakan, Kondisi itu berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika sumur bor milik peternak masih mampu menyediakan air selama kemarau. Ia menyebutkan, kekeringan tidak hanya menghambat kebutuhan air, tetapi juga menambah beban biaya operasional peternak unggas.

“Biasanya kematian terjadi beberapa ekor dalam satu minggu, namun saat ini kematian terjadi setiap hari,” jelasnya.

Maun menyampaikan, gangguan pernapasan akibat kabut asap membuat tingkat kematian ayam broiler dan layer meningkat sangat tinggi. Selain kekurangan air, sambungnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga mengganggu sistem pernapasan ayam peliharaan peternak seperti terjadi pada ayam broiler atau ayam pedaging, serta ayam layer atau ayam petelur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....