Alat Rusak, Satgas Karhutla Tunda Ekspos Kualitas Udara Sanggau

  • 08 Sep 2026 21:30 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memastikan menunda ekspos perkembangan kualitas udara harian di kabupaten itu. Keputusan itu dilakukan menyusul kerusakan pada alat pengukur kualitas udara yang selama ini digunakan.

"Alat kita rusak, yang ada statis satu rusak, portable tiga juga rusak, dan ada instruksi dari Dansatgas untuk kita tidak boleh mengekspos kondisi tingkat paparan maupun kualitas udara karena alatnya tidak ada," kata Kepala Sekretariat Satgas Penanganan Bencana Kabut Asap Akibat Karhutla Sanggau, Didit Richardi, Selasa 8 September 2026.

Namun, sambung dia, jika melihat jarak pandang atau visibility yang diperkirakan dibawah 1 kilometer dapat dipastikan kualitas udara hari ini masih stagnan atau masih buruk. Perkiraan itu juga didasarkan pada pemantauan kualitas udara di kabupaten terdekat dengan Sanggau.

"Tapi kita bisa bandingkan ini sesuai aturan Kementerian Lingkungan Hidup itu dengan statiun atau alat ukur yang ada disekitar kita atau terdekat dengan kita yakni stasiun di Tebelian, Sintang. Kalau berdasarkan itu, kualitas udara kita antara sangat tidak sehat dan tidak sehat, jadi berada di tengah-tengah," ujarnya.

Sedangkan jika berdasarkan AQMS yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sekadau, tingkat paparan udara Kabupaten Sanggau pada PM 2,5 menujukkan angka 225. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

"Itu sebagai acuan, tapi bukan data valid untuk kondisi cuaca atau paparan kualitas udara di Sanggau," ungkapnya.

Sebagai antisipasi di masa tanggap darurat ini, lanjutnya, pihaknya sudah mengusulkan ke bidang pencegahan dan kesiapsiagaan untuk mengusulkan satu alat. Bila alat tersebut direalisasikan, maka itu dapat menjadi acuan untuk mengukur kualitas udara di Sanggau.

" Kita akomodir melalui dana BTT dan kami berharap semoga tim TAPD kita dapat menyetujui ini karena alat ini sangat penting bagi kita menjawab pertanyaan masyarakat soal update kualitas udara kita, dan ada dua lagi untuk melengkapi alat itu yang akan diusulkan Dinas Ligkungan Hidup melalui anggaran perubahan," tutupnya. (Abang Indra).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....