Kemarau Ancam Peternak Unggas, Kematian Ayam Meningkat 20 Persen

  • 08 Sep 2026 16:54 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sanggau mulai memberikan dampak terhadap peternak unggas. Kondisi cuaca yang panas dan minimnya ketersediaan air membuat aktivitas pemeliharaan ayam semakin sulit, terutama bagi peternak yang masih mengandalkan sumur bor sebagai sumber air di kandang.

Ketua Asosiasi Ternak Unggas Sanggau, Maun, mengatakan kemarau kali ini menyebabkan sejumlah sumur bor milik peternak mengalami kekeringan. Keterbatasan air tersebut tidak hanya mengganggu kebutuhan minum dan perawatan ayam, tetapi juga berdampak terhadap kondisi kesehatan unggas yang semakin rentan mengalami gangguan pernapasan.

“Sumur bor sampai kering akibat kemarau, sehingga sangat mengganggu kebutuhan air di kandang, kondisi panas juga membuat ayam mengalami gangguan pernapasan dan tingkat kematiannya cukup tinggi,” ungkap Maun dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 8 September 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan kematian terjadi pada ayam broiler maupun ayam petelur. Berdasarkan kondisi yang dihadapi peternak, jumlah kematian ayam pada kemarau tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode kemarau tahun sebelumnya, sehingga menambah beban biaya dan potensi kerugian peternak.

Maun mengakui cuaca yang tidak baik turut meningkatkan tingkat stres pada hewan ternak. Suhu kandang yang tinggi, keterbatasan air, serta gangguan pernapasan membuat ayam lebih mudah mengalami penurunan kondisi, sehingga peternak harus memberikan perhatian dan perawatan lebih untuk menjaga kelangsungan ternak.

“Kalau dibandingkan dengan kemarau tahun lalu, kematian ayam kali ini naik sekitar 20 persen, dampaknya sangat terasa bagi kami, terutama peternak tradisional atau kandang open karena bobot ayam yang dihasilkan juga jauh dari kondisi normal,” jelasnya.

Menurut Maun, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi peternak unggas, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan sarana pendukung di kandang. Ia berharap pemerintah dapat memperkuat sinergi dengan para peternak melalui perhatian terhadap kebutuhan air, kesehatan ternak, serta dukungan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Kami berharap sinergi pemerintah kepada para peternak juga terus dilakukan, dengan kondisi cuaca yang tidak baik dan tingkat stres ternak yang meningkat, kami membutuhkan dukungan agar peternak bisa tetap bertahan dan produksi ayam tidak semakin menurun,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....