Kemarau dan Kabut Asap Tekan Produksi Unggas Sanggau
- 08 Sep 2026 16:55 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kemarau dan cuaca panas yang disertai kabut asap mulai memberikan dampak terhadap peternakan unggas di Kabupaten Sanggau, terutama terhadap kesehatan dan kondisi fisik ayam yang menjadi lebih rentan mengalami stres akibat tingginya suhu lingkungan. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kematian pada ayam, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas ternak serta memengaruhi ketersediaan produksi ayam di Kabupaten Sanggau.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Ambius Anton, mengatakan hewan ternak turut terdampak dan terpapar kondisi cuaca yang tidak baik. Menurutnya, berbeda dengan manusia yang masih dapat melakukan berbagai upaya perlindungan, hewan ternak memiliki keterbatasan dalam menghadapi paparan cuaca panas dan kabut asap.
“Jangankan ternak, kita manusia juga terdampak dan terpapar, kita masih bisa mencegah atau mengurangi paparan cuaca yang tidak baik ini, sementara hewan ternak tidak bisa melakukan hal tersebut,” ungkap Ambius Anton dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 8 September 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan kasus kematian ayam di Desa Sungai Mawang, hasil nekropsi yang dilakukan dokter hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau menunjukkan adanya kondisi heat stress atau stres akibat cuaca panas. Kondisi tersebut disertai gangguan pada saluran pernapasan hingga terjadi pembengkakan pada saluran pernapasan ayam.
Anton mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap laporan kematian ayam yang terjadi di sejumlah kandang. Untuk kasus dengan tingkat kematian lebih dari 200 ekor, akan dilakukan konfirmasi dan tindak lanjut guna menentukan penanganan terhadap ayam yang mati, termasuk memastikan apakah perlu dilakukan pemusnahan atau penanganan lainnya sesuai kondisi di lapangan.
“Dari sekitar 20 kandang yang kami ambil secara random, laporan kematian yang cukup tinggi ditemukan pada kandang open di Sungai Mawang, di salah satu kandang, sekitar 200 ekor ayam mati secara bertahap akibat kondisi cuaca yang kurang baik,” jelas Ambius.
Anton berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun sehingga suhu serta kualitas udara kembali normal. Sebagai upaya membantu peternak menghadapi keterbatasan air selama kemarau, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau juga akan mengusulkan bantuan sumur bor bagi peternak yang membutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....