Festival Kue Bulan Sanggau Didorong Jadi Event Pariwisata
- 24 Sep 2026 20:41 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena mendorong, Festival Kue Bulan dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Ia menyampaikan, dukungan tersebut saat menghadiri perayaan Festival Kue Bulan yang menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi masyarakat Tionghoa secara turun-temurun.
“Tentunya dukungan Pemerintah Kabupaten Sanggau, kehadiran saya pada hari ini tentunya mendukung penuh, walaupun ini belum dikemas dengan baik karena panitia juga belum membuat proposal kepada pemerintah sesuai dengan mekanisme,” ujar Susana, Kamis 24 September 2026.
| Baca juga: Kue Merke, Camilan Renyah Khas Sanggau |
Susana mengatakan, Festival Kue Bulan berpotensi dikolaborasikan dengan perayaan Cap Go Meh agar penyelenggaraannya lebih terarah dan dapat menjadi event budaya tahunan di Kabupaten Sanggau. Menurutnya, pengembangan festival secara berkelanjutan dapat memperluas jangkauan pengunjung sekaligus memperkuat pelestarian adat masyarakat Tionghoa.
“Nanti bisa kolaborasi terkait Festival Kue Bulan, sehingga ini akan bisa menjadi salah satu event tahunan yang menjadi ajang pelestarian festival budaya di Kabupaten Sanggau,” katanya.
Dia menilai, pengemasan festival sebagai agenda pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari perhotelan, rumah makan, UMKM, kafe, transportasi, hingga sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Ia berharap, pengunjung tidak hanya berasal dari masyarakat Sanggau, tetapi juga dari 15 kecamatan, 163 desa, kabupaten lain di Kalimantan Barat, hingga Malaysia sebagai negara tetangga.
“Harapan kita pengunjungnya bukan hanya masyarakat Sanggau saja, tetapi dari 15 kecamatan, 163 desa, bahkan se-Kalbar dan bahkan internasional dari negara tetangga Malaysia pun juga akan bisa hadir jika ini dikemas dengan baik,” ungkapnya.
Susana juga menekankan, Festival Kue Bulan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi membawa pesan tentang keharmonisan, kekeluargaan dan kemakmuran yang diwariskan antargenerasi. Ia berharap, tradisi tersebut tetap dijaga generasi muda dalam jangka panjang sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persatuan masyarakat Sanggau yang terdiri dari beragam suku dan agama.
“Keharmonisan dan kekeluargaan, kemakmuran. Artinya bagaimana dengan makan kue ini mereka dari jauh pun bisa dipersatukan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....