Waspada Pergantian Musim! Kenali Penyakit yang Mengintai saat Cuaca Tak Menentu

  • 01 Okt 2026 13:46 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Peralihan musim dari kemarau menuju penghujan sering ditandai dengan perubahan cuaca yang tidak menentu. Suhu udara dapat berubah dengan cepat, hujan turun tiba-tiba, dan kelembapan udara meningkat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi daya tahan tubuh sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya berbagai penyakit. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan ketika memasuki masa pergantian musim.

Salah satu penyakit yang cukup sering muncul adalah influenza atau flu. Perubahan suhu dan kelembapan dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami infeksi saluran pernapasan. Gejalanya antara lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Penyebaran flu juga dapat berlangsung lebih mudah ketika orang berada di ruangan tertutup dan berdekatan dengan orang lain yang sedang sakit.

Selain flu, demam berdarah dengue (DBD) juga perlu diwaspadai, terutama ketika hujan mulai sering turun. Genangan air yang muncul di sekitar rumah dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk yang dapat menularkan virus dengue. Gejala DBD dapat berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya tanda perdarahan pada kondisi tertentu. Menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

Diare juga dapat meningkat risikonya pada musim hujan dan masa peralihan musim. Air dan makanan yang terkontaminasi kuman dapat menjadi sumber penularan penyakit ini. Diare biasanya ditandai dengan buang air besar lebih sering dengan konsistensi tinja yang lebih cair, dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan dehidrasi. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, memastikan makanan dan minuman tetap bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mencegah terjadinya diare.

Penyakit lain yang dapat muncul adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Debu yang beterbangan pada akhir musim kemarau, kemudian diikuti udara lembap dan perubahan suhu saat hujan, dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang. ISPA dapat menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh ketika terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrem.

Untuk menjaga kesehatan selama pergantian musim, masyarakat dapat menerapkan beberapa kebiasaan sederhana. Mengonsumsi makanan bergizi, minum air yang cukup, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mencuci tangan dengan sabun merupakan langkah yang dapat membantu menjaga kebugaran. Selain itu, lingkungan rumah sebaiknya dibersihkan secara rutin, terutama dengan menguras dan menutup tempat penampungan air serta membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Pergantian musim memang merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, tetapi risiko penyakit yang menyertainya dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Mengenali gejala penyakit sejak dini juga penting agar seseorang dapat segera mendapatkan penanganan yang sesuai apabila diperlukan. Dengan menjaga kebersihan diri, memperhatikan kondisi lingkungan, dan menerapkan kebiasaan hidup sehat, masyarakat dapat melewati masa peralihan musim dengan tubuh yang tetap sehat dan bugar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....