Dilema Penulis: Bukan Tak Punya Ide, Justru Kebanyakan

  • 02 Okt 2026 21:23 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Rasa minder dan kebiasaan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain pernah menjadi bagian dari perjalanan Qory Fasdatul Jannah dalam menekuni dunia kepenulisan. Penulis asal Sintang itu mengaku masih kerap merasa tertinggal ketika melihat teman-temannya telah mencapai berbagai prestasi.

Menurut Qory, perasaan tersebut justru bisa membuat seseorang tidak kunjung memulai karena terlalu sibuk memikirkan apakah dirinya sudah cukup mampu. Ia kemudian belajar mengubah ukuran keberhasilan dengan membandingkan dirinya dengan pencapaian sendiri di masa lalu.

“Kadang tuh kita kepala overthinking dan insecure gitu. Apalagi kalau misalkan teman-teman kita lihat udah konferensi, sudah misalnya Scopus atau Sinta berapa, sedangkan kita baru memulai,” ujar Qory dalam Obrolan Sore Ceria di RRI Sanggau, Jumat 2 Oktober 2026.

Qory memilih menjadikan pencapaian sebelumnya sebagai patokan untuk berkembang. Ia mencontohkan ketika nilai yang diperolehnya dalam sebuah perlombaan Karya Tulis Ilmiah (KTI) masih berada di angka 80, dirinya kemudian memasang target pribadi untuk meningkatkan hasil tersebut pada kesempatan berikutnya.

“Pencapaian orang lain itu tidak berpengaruh apapun gitu di hidup kita. Jadi kita harus memperbaiki diri kita, bukan dengan membandingkan pada diri orang lain, tapi dengan diri kita yang kemarin,” katanya.

Cara tersebut juga membantunya ketika mengalami kebuntuan saat menulis. Qory mengatakan, banyaknya ide justru terkadang membuat seseorang sulit menentukan harus memulai dari mana, sehingga ia memilih menuliskan terlebih dahulu apa yang ada di pikirannya tanpa terlalu memikirkan hasil akhirnya.

“Teman-teman, ditulis aja dulu. Nggak apa-apa teman-teman ngerasa ngalor-ngidul, tulis saja dulu. Kemudian kalau misalkan teman-teman ngerasa burn out banget nih, kepala isi kepala kayaknya penuh, sebenarnya teman-teman kan bukan kekurangan ide, tapi kebanyakan ide,” pesan dia.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Qory yang berawal dari coba-coba hingga menghasilkan sejumlah karya dan mengikuti kompetisi dari tingkat provinsi hingga nasional. Baginya, menulis sedikit demi sedikit dan terus memperbaiki karya menjadi kunci untuk berkembang tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....