Police Grammar, Alasan Banyak Orang Takut Berbicara Bahasa Inggris

  • 12 Sep 2026 20:55 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Sudah belajar bahasa Inggris bertahun-tahun tidak selalu membuat seseorang percaya diri ketika harus menggunakannya dalam percakapan. Rasa takut salah grammar, khawatir dikoreksi hingga takut dianggap sok Inggris justru dapat membuat kemampuan yang dimiliki hanya berhenti sebagai pengetahuan tanpa berani dipraktikkan.

English Tutor, Diah Mutiara Syamer mengatakan, salah satu alasan pembelajar bahasa Inggris menjadi pasif adalah lingkungan yang membuat mereka terlalu takut melakukan kesalahan. Menurutnya, kekhawatiran terhadap penilaian orang lain, termasuk menghadapi orang yang gemar mengoreksi grammar, dapat membuat seseorang memilih diam daripada mencoba berbicara.

“Banyak orang Indonesia itu sebenarnya sudah belajar bahasa Inggris, tetapi ketika harus speaking mereka masih pasif karena takut salah atau takut dinilai orang lain. Ada juga yang takut dibilang sok Inggris ketika menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan,” ujar Tiara dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Sabtu 12 September 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat sebagian pembelajar lebih sibuk memikirkan apakah kalimat yang diucapkan sudah benar daripada berusaha menyampaikan maksudnya. Padahal, kemampuan berbicara membutuhkan keberanian untuk menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki sekaligus menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.

“Jangan terlalu fokus dengan apa yang orang lain pikirkan tentang kita ketika speaking bahasa Inggris. Semua orang yang sekarang sudah fluent itu dulunya juga pernah salah, bedanya ada yang berhenti dan ada yang terus melanjutkan,” ungkap Tiara.

Ia mengatakan, grammar tetap penting karena membantu seseorang menyusun kalimat dengan tepat, tetapi penguasaan tata bahasa seharusnya tidak menjadi penghalang untuk mulai berbicara. Menurutnya, pembelajar dapat memulai dari kosakata dan kemampuan yang sudah dikuasai, kemudian memperbaiki grammar secara bertahap melalui latihan dan koreksi.

“Grammar itu penting, tetapi jangan sampai grammar membuat kita tidak berani untuk speaking. Mulai saja dulu dengan keberanian dan pengetahuan yang kita punya, nanti grammar-nya bisa sambil diperbaiki,” kata Tiara.

Karena itu, keberanian untuk mencoba menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan speaking bahasa Inggris tanpa terus dibayangi rasa takut salah. Semakin sering digunakan dalam percakapan, semakin banyak pula kesempatan untuk memperbaiki grammar, memperkaya kosakata dan membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....