Tak Perlu Hafal Ribuan Kata, English Tutor Ungkap Cara Memperkaya Vocabulary

  • 12 Sep 2026 20:54 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Memiliki banyak kosakata menjadi bekal penting bagi seseorang yang ingin mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Namun, memperkaya vocabulary ternyata tidak harus dilakukan dengan menghafalkan kata demi kata secara kaku, karena pemahaman konteks dan praktik dapat membuat kosakata lebih mudah melekat.

English Tutor, Diah Mutiara Syamer mengatakan, vocabulary merupakan dasar yang perlu diperkuat terutama bagi seseorang yang baru mulai mempelajari bahasa Inggris. Setelah memiliki bekal kosakata, pembelajar dapat mengembangkan kemampuan melalui penyusunan kalimat, membaca, mendengarkan hingga berbicara.

“Kalau untuk pemula, vocabulary itu memang harus menjadi bekal karena kita tidak bisa membuat kalimat kalau tidak punya kosakata. Tetapi untuk menambah vocabulary tidak harus menghafal satu kata satu kata, kita bisa membaca teks, mencari kata yang belum tahu artinya, kemudian melihat bagaimana kata itu digunakan dalam konteks,” ujar Tiara dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Sabtu 12 September 2026.

Diakuinya, mempelajari kosakata melalui teks dapat membantu pembelajar memahami arti sekaligus mengetahui penggunaan kata tersebut dalam sebuah kalimat. Cara itu membuat proses belajar lebih kontekstual sehingga pembelajar tidak sekadar mengingat arti sebuah kata, tetapi juga memahami kapan dan bagaimana kata tersebut digunakan.

Ia mengatakan, proses memperkaya vocabulary juga dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan keseharian, seperti membaca, mendengarkan film atau video berbahasa Inggris dan menirukan percakapan. Menurutnya, pengulangan melalui aktivitas tersebut akan membantu kosakata yang telah dipelajari lebih mudah tersimpan dan digunakan kembali ketika berbicara.

“Yang penting vocabulary yang kita dapat itu diulang dan dipraktikkan, bisa dengan short conversation, listening kemudian ditirukan atau shadowing. Kalau dilakukan setiap hari, vocabulary kita akan semakin banyak dan lebih mudah keluar ketika speaking,” ungkap Tiara.

Menurut Tiara, keberadaan guru atau tutor dapat membantu pembelajar mengetahui kesalahan pengucapan maupun grammar ketika mulai mempraktikkan kosakata. Bagi mereka yang belum memiliki tutor, berbagai sumber belajar digital dan aplikasi penerjemah juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung selama pembelajar tetap memahami konteks dan mempraktikkannya.

"Dengan membaca, mendengarkan, mengulang dan mempraktikkan kosakata secara konsisten, kemampuan bahasa Inggris dapat berkembang lebih alami dan mendukung keberanian untuk speaking," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....