Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula yang Belajar Qiraat

  • 08 Sep 2026 20:31 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Suara merdu dan lantunan yang indah sering menjadi hal pertama yang ingin dikejar seseorang ketika mulai belajar qiraat. Padahal, menurut Juara 1 Qiraat Murottal Remaja MTQ Kalimantan Barat 2026, Rani Tiarani, ada sejumlah kesalahan mendasar yang justru perlu dihindari oleh para pemula.

Rani Tiarani mengatakan, kesalahan yang cukup sering dilakukan pemula adalah terlalu berfokus pada lagu dan keindahan suara. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang melupakan hal yang lebih mendasar, seperti ketepatan bacaan, makhraj, serta penerapan tajwid.

"Kesalahan yang sering dilakukan pemula itu biasanya terlalu fokus ke lagu atau bagaimana supaya suaranya bagus, padahal bacaan dasarnya belum tentu benar. Jadi menurut saya lebih baik perbaiki dulu bacaan, makhraj dan tajwidnya sebelum mengejar lagu atau suara yang indah," kata Rani dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Selasa 8 September 2026.

Selain kemampuan teknis, kesiapan mental juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan ketika belajar maupun tampil dalam perlombaan. Rani menyebut rasa tidak percaya diri, terlalu percaya diri, hingga gugup ketika berada di atas panggung dapat memengaruhi penampilan seorang qari atau qariah.

"Kadang kita juga terlalu tidak percaya diri, tapi ada juga yang terlalu percaya diri sampai akhirnya kurang fokus, dan ketika tampil bisa saja merasa gugup. Jadi mental itu juga harus dilatih supaya ketika ada di depan orang banyak kita bisa tetap tenang," ujarnya.

Menurutnya, kesalahan ketika membaca Al Quran dalam perlombaan juga bukan sesuatu yang harus membuat seseorang kehilangan konsentrasi hingga penampilan berakhir. Ia menilai yang terpenting adalah segera kembali fokus pada ayat berikutnya dan menjadikan kesalahan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk penampilan selanjutnya.

"Kalau kita melakukan kesalahan saat membaca, jangan sampai kesalahan itu membuat kita terus memikirkan kesalahan tadi sampai bacaan berikutnya ikut terganggu. Fokus saja ke apa yang ada di depan, karena kesalahan itu bisa menjadi evaluasi dan bahkan qari atau qariah yang sudah berpengalaman juga bisa melakukan kesalahan," katanya.

Pengalaman mengikuti berbagai perlombaan membuat Rani memahami bahwa setiap panggung memiliki suasana dan tantangan yang berbeda sehingga selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Ia juga berusaha menjaga sikap agar tidak terlalu percaya diri setelah meraih prestasi, sebab setiap kompetisi merupakan proses untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....