Festival Faradje' Pasaka Negeri Sanggau Masuki Tahun ke-18

  • 07 Okt 2026 00:22 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sanggau, Budi Darmawan menyebut, Festival Faradje Pasaka Negeri Sanggau menjadi wadah pelestarian ritual masyarakat Melayu yang berasal dari Istana Surya Negara. Festival tersebut kini memasuki pelaksanaan ke-18 sejak pertama kali digelar pada 2009.

Budi mengatakan, Faradje merupakan budaya masyarakat Melayu di Kabupaten Sanggau yang sejak awal menjadi bagian dari ritual untuk membersihkan negeri dari berbagai jenis bahaya. Tradisi tersebut kemudian terus dilestarikan melalui Festival Faradje Pasaka Negeri yang digelar bersama Istana Surya Negara.

“Farajek ini merupakan budaya masyarakat Melayu di Kabupaten Sanggau yang awalnya berasal dari Istana Surya Negara dan merupakan ritual pembersih negeri dari segala jenis bahaya,” ujar Budi, Selasa 6 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, MABM bersama Istana Surya Negara menjadikan festival tersebut sebagai ruang pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini juga melibatkan MABM dari 15 kecamatan yang mengikuti berbagai perlombaan dalam rangkaian festival.

“MABM bersama Istana Surya Negara menjadi wadah melalui Festival Faradje Pasaka Negeri Sanggau, dan peserta lombanya berasal dari MABM yang ada di 15 kecamatan,” kata Budi.

Selain perlombaan, penobatan tokoh juga menjadi bagian dari rangkaian Festival Faradje Pasaka Negeri Sanggau. Penobatan tersebut merupakan kewenangan Pangeran Ratu Surya Negara.

Budi menjelaskan, tokoh yang dinobatkan sebagai pangeran maupun penerima gelar kehormatan dipilih berdasarkan kontribusi mereka terhadap Istana Surya Negara. Para penerima gelar juga diharapkan mampu membawa nama Istana Surya Negara hingga ke tingkat internasional.

“Parameternya adalah apa yang telah dibuat oleh yang bersangkutan terhadap Istana Surya Negara, bagaimana kontribusinya, dan mereka juga diharapkan membawa nama Istana Surya Negara bukan hanya di lokal, tetapi sampai internasional,” tuturnya.

Menurutnya, gelar yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga membawa tugas bagi penerimanya untuk ikut mengembangkan dan mempromosikan Istana Surya Negara. Kontribusi tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan budaya Melayu Sanggau di tengah masyarakat.

“Saya harap Festival Faradje Pasaka Negeri Sanggau tidak hanya menjadi sarana menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga mampu memperkuat peran dan memperkenalkan budaya Melayu Sanggau di tingkat yang lebih luas,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....