Festival Kue Bulan Jadi Ruang Regenerasi Budaya Tionghoa

  • 24 Sep 2026 22:07 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Sanggau, Heri Wijaya mendorong, Festival Kue Bulan terus digelar sebagai upaya mempertahankan budaya Tionghoa di tengah perkembangan zaman. Menurut Heri, keberadaan festival tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap eksis.

“Sangat pasti sangat baik dan luar biasa ya. Karena ini suatu budaya, bagian dari budaya Tionghoa kita yang masih bisa eksis, masih bisa diperkenalkan kepada generasi muda,” ujar Heri Wijaya, Kamis 24 September 2026.

Dia menilai, keberlanjutan Festival Kue Bulan penting agar budaya Tionghoa tetap dikenal dan tidak terkikis oleh perubahan zaman. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Harapannya acara ini masih bisa berlanjut dan seterusnya, sehingga budaya selama ini bisa tetap dipertahankan, tidak terkikis oleh zaman,” katanya.

Menurut Heri, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Ia melihat, banyak anak muda yang hadir dan terlibat dalam Festival Kue Bulan sebagai tanda bahwa budaya Tionghoa masih mendapat ruang untuk diteruskan oleh generasi penerus.

“Harapan kita dengan sering diadakannya festival ini, tetap terjaga sampai selama-lamanya. Pada acara ini juga kita banyak melibatkan anak-anak muda,” ungkapnya.

Ia berharap, generasi muda yang terlibat dalam Festival Kue Bulan dapat terus mengingat dan menjaga tradisi tersebut pada masa mendatang. Dengan pelaksanaan festival secara rutin dan melibatkan anak muda, budaya Tionghoa diharapkan tetap hidup serta dapat diwariskan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....