Makna Gerakan Salat Membentuk Ketundukan dan Akhlak Muslim
- 07 Okt 2026 12:21 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Salat dalam Islam bukan sekadar rangkaian gerakan yang dilakukan lima kali dalam sehari, tetapi memiliki makna yang mendalam dalam membentuk sikap dan kepribadian seorang Muslim. Setiap gerakan dalam salat mengandung pesan tentang kepatuhan, kerendahan hati, pengakuan atas kebesaran Allah SWT, serta latihan untuk meneguhkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Parindu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Syahid mengatakan, setiap gerakan salat memiliki makna yang dapat menjadi pembelajaran bagi kehidupan sehari-hari. Gerakan berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk dalam salat mengajarkan manusia untuk menempatkan dirinya sebagai hamba yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT.
"Setiap gerakan salat mengajarkan kita untuk tunduk, patuh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ungkap Syahid dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Rabu 7 Oktober 2026.
| Baca juga: Menjadi Teladan Melalui Iman dan Akhlak |
Ia menjelaskan, ketika seorang Muslim berdiri menghadap kiblat, gerakan tersebut menjadi bentuk kesiapan untuk menghadap dan beribadah kepada Allah SW, sementara rukuk menggambarkan sikap merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Tinggi. Kepala yang kita ditundukkan menjadi simbol kepatuhan manusia kepada Allah SWT, sekaligus mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang lebih tinggi di hadapan-Nya kecuali karena ketakwaannya.
Menurut Syahid, sujud menjadi salah satu gerakan yang memiliki makna sangat dalam. Pada saat dahi menyentuh tempat sujud, manusia berada dalam posisi merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Gerakan tersebut dapat menjadi latihan psikologis untuk membangun kerendahan hati, mengendalikan kesombongan, dan menyadarkan manusia bahwa dirinya memiliki keterbatasan di hadapan Yang Maha Kuasa.
"Rukuk dan sujud melatih kita untuk rendah hati, mengendalikan kesombongan, dan tunduk kepada Allah SWT," ungkapnya.
Ia mengatakan, pujian dan pengagungan kepada Allah SWT dalam salat juga memberikan pembelajaran penting bagi manusia. Dengan senantiasa memuji Zat Yang Maha Tinggi, manusia diingatkan untuk tidak meninggikan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, sikap tersebut dapat mendorong manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui ketundukan, ketakwaan, dan akhlak yang baik.
Dengan demikian, Syahid berharap setiap makna salat secara keseluruhan tidak hanya terletak pada pelaksanaan gerakan dan bacaannya, tetapi juga pada perubahan sikap setelah seseorang menyelesaikan ibadah. Salat menjadi latihan untuk membentuk hati yang tunduk, pikiran yang tenang, serta perilaku yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
“Salat meneguhkan ketundukan kepada Allah SWT dan membentuk akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....