Kekeringan Tak Sekadar Krisis Air, Jadi Momentum Muhasabah

  • 17 Sep 2026 13:18 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID,Sanggau - Kekeringan yang terjadi saat ini hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kondisi alam yang berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan muhasabah dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Kondisi tersebut mengingatkan manusia bahwa ketersediaan air merupakan nikmat yang perlu disyukuri sekaligus dijaga pemanfaatannya.

“Kekeringan yang kita alami ini hendaknya menjadi bahan muhasabah bagi kita semua, bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan bagian dari ketentuan dan ujian dari Allah SWT, dan kekeringan merupakan bagian dari takdir Allah SWT yang dapat menjadi ujian bagi manusia,”ungkap Muspriadi, Pelaksana KUA Kecamatan Bonti, dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 17 September 2026.

Menurut Muspriadi, kondisi kekeringan seharusnya mendorong masyarakat untuk melakukan introspeksi terhadap sikap dan perilaku dalam menjalani kehidupan. Kekurangan air juga menjadi pengingat agar masyarakat semakin menyadari keterbatasan manusia sekaligus meningkatkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang selama ini diberikan Allah SWT.

“Ketika menghadapi kekeringan, kita jangan hanya melihatnya sebagai kesulitan, tetapi juga sebagai ujian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, dan masyarakat perlu memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT, tanpa mengabaikan upaya nyata dalam menghadapi dampak kekeringan” ujarnya.

Ia menegaskan, sikap tawakal dalam menghadapi kekeringan harus berjalan beriringan dengan ikhtiar. Masyarakat tetap perlu menghemat penggunaan air, menjaga sumber air yang masih tersedia, serta saling membantu agar kebutuhan dasar warga tetap dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

“Kondisi kekeringan ini hendaknya menjadi pengingat untuk lebih bersyukur, memperbanyak doa, dan terus berikhtiar, serta mengambil hikmah dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan peduli terhadap lingkungan serta sesama,” ucapnya.

Muspriadi menyampaikan, kekeringan pada akhirnya diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga air bukan hanya kebutuhan saat terjadi krisis, melainkan tanggung jawab yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Melalui muhasabah, doa, rasa syukur, dan ikhtiar nyata, masyarakat diharapkan mampu menghadapi kondisi kekeringan dengan lebih sabar, bijak, dan saling menguatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....