Karhutla Jadi Momentum Muhasabah Diri

  • 17 Sep 2026 08:44 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Kondisi tersebut mengingatkan pentingnya menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT serta mengevaluasi perilaku manusia dalam memperlakukan lingkungan di kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kapuas, Maulidan Albani, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Sanggau, Selasa 16 September 2026 mengatakan musibah dan kerusakan lingkungan dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, muhasabah diperlukan agar masyarakat tidak hanya melihat dampak karhutla, tetapi juga mengambil pelajaran untuk memperbaiki sikap dan perilaku terhadap alam.

“Karhutla menjadi bahan muhasabah untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan,”ungkap Maulidan.

Ia menjelaskan, Islam mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan di muka bumi. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjalankan amanah yang diberikan Allah SWT.

Menurutnya, muhasabah dapat dilakukan dengan mengevaluasi kebiasaan dan tindakan yang berpotensi memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan lahan serta menghindari tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Ia menambahkan, menjaga lingkungan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan baik secara terus-menerus. Masyarakat juga perlu meningkatkan kepedulian dan saling mengingatkan agar lingkungan tetap terjaga serta tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.

“Muhasabah karhutla mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab menjaga sesama serta lingkungan,”katanya.

Maulidan berharap masyarakat menjadikan pengalaman menghadapi karhutla sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial. Upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk tidak melakukan pembakaran sembarangan dan ikut mencegah potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....