Keluarga Hadapi Tantangan Menjaga Iman di Era Digital

  • 13 Sep 2026 16:39 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Menjaga kualitas hubungan dan kehidupan iman dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Kehadiran gawai, media sosial, serta berbagai platform digital memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi, namun juga dapat mengurangi waktu kebersamaan apabila tidak digunakan secara bijak.

Penyuluh Agama Kristen Protestan Kabupaten Sanggau, Pendeta Marjono, mengatakan keluarga perlu membangun komunikasi yang terbuka dan menyediakan waktu khusus untuk bersama, meskipun aktivitas sehari-hari semakin banyak dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan teladan kepada anak dalam menggunakan teknologi sekaligus menjaga kehidupan iman keluarga.

"Era digital membawa banyak kemudahan, tetapi keluarga harus tetap menempatkan hubungan, komunikasi, dan kehidupan iman sebagai prioritas. Jangan sampai kehadiran teknologi justru membuat anggota keluarga semakin dekat dengan dunia maya, tetapi semakin jauh satu sama lain," ungkap Pendeta Marjono dalam program Mutiara Pagi RRI, Sabtu 12 September 2026.

Menurutnya, salah satu tantangan yang sering muncul adalah penggunaan gawai yang berlebihan sehingga mengurangi interaksi langsung antara orang tua dan anak. Karena itu, keluarga perlu membuat kesepakatan bersama mengenai penggunaan perangkat digital, termasuk membatasi waktu bermain gawai dan memperbanyak kegiatan yang dapat membangun kedekatan serta kebersamaan keluarga.

"Iman keluarga harus dirawat melalui keteladanan, doa bersama, komunikasi, dan kepedulian. Orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi harus menunjukkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menggunakan media digital secara bertanggung jawab," katanya.

Ia menambahkan, keluarga Kristen juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan iman, seperti mengikuti renungan, membaca Alkitab secara digital, mendengarkan khotbah, serta mengakses konten positif. Namun, pemanfaatan tersebut tetap harus disertai kemampuan memilah informasi agar keluarga tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan dan iman.

Pendeta Marjono berharap keluarga di Kabupaten Sanggau mampu menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana yang memberikan manfaat, bukan menjadi penghalang dalam membangun hubungan yang harmonis. Dengan komunikasi yang sehat, penggunaan teknologi secara bijak, serta kehidupan iman yang terus dipelihara, keluarga diharapkan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....