Medan Berat Hambat Akses Penanganan Bencana di Sanggau

  • 10 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Kondisi medan dan aksesibilitas masih menjadi salah satu kendala dalam penanganan bencana di Kabupaten Sanggau. Wilayah yang luas dengan kondisi geografis beragam membuat mobilisasi personel, peralatan, maupun bantuan menuju lokasi terdampak membutuhkan waktu dan kesiapan yang lebih besar, terutama ketika terjadi bencana di daerah yang sulit dijangkau.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, menyampaikan bahwa kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan penanganan bencana. Menurutnya, akses menuju sejumlah wilayah tidak selalu mudah, sehingga diperlukan kesiapan personel dan sarana pendukung agar proses penanganan dapat berjalan secara optimal.

“Medan dan akses menuju lokasi bencana menjadi tantangan bagi kami, terutama ketika wilayah terdampak sulit dijangkau dan membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang,” kata Budi Darmawan dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Kamis 10 September 2026.

Ia menjelaskan, kendala aksesibilitas dapat memengaruhi kecepatan petugas dalam mencapai lokasi bencana dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Selain kondisi jalan, situasi cuaca serta karakteristik wilayah juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

“Karena itu, penanganan bencana membutuhkan koordinasi dan kesiapan bersama agar kendala medan tidak menghambat upaya penyelamatan serta pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak,” ungkapnya.

Tambahnya, koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kendala akses di lapangan. Kesiapan personel, peralatan, serta informasi mengenai kondisi wilayah diharapkan dapat mempercepat respons ketika terjadi bencana.

Budi berharap dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Sanggau terus diperkuat, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Dengan kesiapsiagaan serta kolaborasi berbagai pihak, hambatan medan dan aksesibilitas diharapkan dapat diminimalkan sehingga masyarakat terdampak memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....