Memaafkan dan Menjaga Lisan Wujud Ketaatan Kepada Allah
- 10 Sep 2026 08:38 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai persoalan, perbedaan, maupun perlakuan yang terkadang dapat melukai perasaan. Dalam kondisi tersebut, sikap sabar, memaafkan, serta menjaga hubungan baik menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim agar hati tidak dipenuhi dendam dan kebencian.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tayan Hulu, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau, Khoiruman Azka Romadhon, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas karena Allah SWT. Menurutnya, memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, melainkan berusaha melepaskan rasa sakit dan dendam agar hati tetap terjaga.
| Baca juga: Menjaga Lisan Demi Harmoni Umat |
“Ketika kita mampu memaafkan orang yang pernah berbuat salah kepada kita, bukan berarti kita lemah, tetapi kita sedang belajar menjaga hati dan memilih jalan yang diridhai Allah SWT,” ungkap Khoiruman Azka Romadhon dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 10 September 2026.
Ia menjelaskan, ketika seseorang pernah dizalimi, rasa kecewa dan sakit hati merupakan hal yang manusiawi. Namun, perasaan tersebut hendaknya tidak dibiarkan berkembang menjadi dendam, masyarakat diharapkan mampu melepaskan kesalahan orang lain secara ikhlas dan menyerahkan persoalan tersebut kepada Allah SWT.
Khoiruman juga mengingatkan pentingnya memaafkan karena Allah SWT, bukan semata-mata karena manusia. Selain itu, masyarakat diminta menjaga lisan, terutama ketika sedang marah, dengan tidak mengucapkan perkataan yang dapat menyakiti hati, mempermalukan, atau memperbesar persoalan yang terjadi.
“Jangan karena kita pernah disakiti, kemudian kita membalas dengan menyakiti hati orang lain, mari kita jaga lisan, jaga sikap, dan tetap menjaga hubungan baik karena Allah SWT. Memaafkan dengan ikhlas akan membuat hati lebih tenang,” jelasnya.
Khoiruman berharap masyarakat dapat terus menjaga hubungan silaturahmi meskipun pernah mengalami persoalan maupun kesalahan dari orang lain. Dengan membiasakan sabar, menahan amarah, menjaga lisan, tidak menyimpan dendam, serta memaafkan karena Allah SWT, umat Islam diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis, mendapatkan ketenangan hati, dan senantiasa memperoleh ridha Allah SWT.
“Mari jaga silaturahmi, sabar, dan memaafkan karena Allah SWT untuk meraih ketenangan hati dan ridha-Nya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....