Menjaga Kualitas Puasa Melalui Hijrah Akhlak

  • 08 Mar 2026 18:54 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Menghadiri program siaran "Semanis Kurma" pada Minggu sore, Maziyatul Lailiyah mengingatkan masyarakat akan pentingnya "Hijrah Akhlak" agar ibadah puasa tidak sekadar menjadi ritual menahan lapar dan haus. Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menegaskan bahwa Allah tidak membutuhkan puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk.

"Oleh karena itu, Ramadan harus dijadikan ajang melatih lisan dan tangan dari aktivitas negatif, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial agar pahala puasa tidak gugur sia-sia," ungkapnya, Minggu, 8 Maret 2026.

Lebih lanjut, Maziyatul menjelaskan klasifikasi puasa menurut Imam Ghazali, mulai dari tingkat awam, khusus, hingga istimewa. Ia mendorong para muslimin untuk setidaknya mencapai tingkatan puasa khusus, di mana seseorang tidak hanya menahan nafsu makan dan minum, tetapi juga mampu mengendalikan seluruh panca indranya dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

Dengan melakukan "hijrah gaya hidup", waktu yang biasanya terbuang sia-sia diharapkan dapat dialihkan untuk memperbanyak zikir, doa, dan berbagi kepada sesama melalui sedekah atau pemberian takjil.

Sebagai penutup, ia memberikan tips agar stabilitas ibadah tetap terjaga pasca-Ramadan. Ia menyarankan agar kebiasaan baik yang telah dibentuk selama sebulan penuh, seperti salat tarawih, dapat diteruskan melalui salat tahajud di bulan-bulan lainnya. Dengan menjadikan Ramadan sebagai "madrasah" atau tempat latihan, diharapkan umat Muslim dapat mempertahankan konsistensi ibadahnya secara berkelanjutan.

"Mari kita istiqomahkan apa yang telah kita mulai di bulan suci ini agar kita keluar sebagai pemenang yang bertakwa," tutupnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita