Sate Lalat, Kuliner Legendaris Khas Pamekasan

  • 02 Mar 2026 18:50 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Kuliner khas Kabupaten Pamekasan, "Sate Lalat", masih menjadi favorit warga hingga kini. Berukuran kecil, harga terjangkau, dan rasa gurih bumbu kacang membuat kuliner legendaris ini laku keras setiap harinya.

Sate lalat sebutan untuk sate daging ayam dan kambing berukuran kecil telah menjadi ikon kuliner di tengah Kota Pamekasan. Lapak sate lalat ini mulai dipadati pembeli pada sore hingga malam hari.

Asap arang menjadi tanda sate ayam dan kambing sedang dipanggang di atas bara api. Potongan kecil daging ayam dan kambing ditusuk dan dipanggang satu per satu.

Ukurannya yang mini membuat sate ini dikenal dengan nama sate lalat. Di balik kesibukan memanggang, ada Hasan Busri, salah satu penjual sate lalat yang telah menekuni usaha ini selama lebih dari 20 tahun.

"Saya jual sate lalat mulai tahun 1997. Satu porsi Rp15 ribu ditambah lontong. Dalam satu hari saya bisa jual 70 sampai 75 porsi," ucapnya, Senin, 2 Maret 2026.

Tak hanya warga lokal, banyak pengendara yang melintasi Kabupaten Pamekasan juga menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner yang satu ini.

Sate ayam atau kambing yang sudah matang, disajikan dengan lontong dan siraman bumbu kacang yang kental. Perpaduan rasa yang gurih dan manis menjadi daya tarik utama sate lalat.

"Rasanya enak dan gurih. Mantap di lidah," kata seorang pembeli asal Surabaya, Alfin.

Sampai saat ini sate lalat tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern. Kesederhanaan, rasa, dan harga yang terjangkau, menjadi kunci kesetiaan para pelanggan.

Rekomendasi Berita