Soal Ulat Bulu Mematikan, Ini Faktanya
- 24 Feb 2024 03:49 WIB
- Sampang
KBRN, Pamekasan: Video ulat yang disebut bisa menyebabkan kematian pada manusia tersebar di grup-grup WhatsApp berdurasi 14 detik. Dalam video itu berisi imbauan kepada masyarakat Indonesia, untuk menghindari hewan ini karena sudah membunuh 16 anak setelah menyentuhnya.
Semula dikira anak burung yang jatuh, namun setelah dipegang, anak itu kejang dan tidak lama meninggal, karena racunnya melebihi bisa ular. Ulat tersebut memiliki ciri berwarna hijau dengan bulu berukuran cukup besar yang menempel pada daun.
Namun, setelah ditelusuri, informasi itu tidak benar. Wakapolres Pamekasan Kompol Andy Purnomo memastikan kabar ulat bulu yang mematikan adalah berita bohong. "Itu hoaks. Dasarnya dengan adanya penjelasan dokter hewan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Slamet Raharjo," ucapnya dalam konferensi pers, di polres setempat, Jumat (23/2/2024).
Dokter hewan itu menjelaskan, ulat yang ada dalam video tersebut adalah jenis ulat asp dari Amerika. Ulat bulu itu bisa dapat menyebabkan alergi bila terkena kulit manusia.
Ulat jenis ini biasanya ditemukan di berbagai habitat, tergantung pada spesies tertentu. Beberapa ditemukan di hutan, sementara yang lain di area terbuka seperti ladang dan kebun.
Bulunya membawa alergen bersifat racun. Mirip ulat matahari yang kalau kena kulit, bulunya menancap langsung dan menimbulkan gatal serta panas.
Meski demikian, efek samping dari ulat bulu tersebut tidak fatal, kecuali untuk individu yang mempunyai riwayat syok anafilaksis, yaitu reaksi alergi sangat parah. Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, karena ulat ini tidak ada di Indonesia.(wan)