Adab dan Akhlak, Kunci Keselamatan Dunia Akhirat
- 01 Jan 2026 06:01 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Dalam materi Mutiara Pagi RRI Sampang, ditekankan betapa krusialnya peran adab dan akhlak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Akhlak bukanlah sekadar pelengkap, melainkan inti dari ajaran Islam. Seringkali masyarakat menyamakan keduanya, namun secara esensi, adab adalah bentuk tata krama atau sopan santun dalam berinteraksi dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan.
Sementara itu, akhlak adalah sifat atau tabiat yang tertanam kuat dalam jiwa yang mendorong seseorang melakukan kebaikan tanpa paksaan. Singkatnya, adab merupakan cerminan dari kualitas akhlak seseorang.
Meneladani Rasulullah SAW menjadi poin utama dalam memperbaiki budi pekerti. Sebagai sosok dengan akhlak paling agung sebagaimana tertuang dalam Al-Quran Surah Al-Qalam ayat 4, Nabi Muhammad SAW adalah "Al-Quran yang berjalan". Segala perilaku beliau mulai dari kejujuran, kesabaran, hingga sifat pemaaf adalah wujud nyata nilai-nilai Al-Quran.
“Pentingnya akhlak ini pun ditegaskan dalam hadis yang menyatakan bahwa misi utama diutusnya Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia. Di hari kiamat kelak, akhlak yang baik akan menjadi amalan yang timbangannya paling berat di sisi Allah SWT,” jelas Ustad Far’i kepada RRI Sampang, Kamis (1/1/2026).
Di zaman modern ini, fenomena orang berilmu yang lupa akan adab menjadi keprihatinan tersendiri. Ilmu tanpa adab diibaratkan seperti pohon yang tinggi namun tidak berbuah, tidak memberikan manfaat bagi sekitarnya. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mewujudkan nyata adab dalam lima aspek:
1. Adab kepada Allah melalui ketaatan ibadah.
2. Adab kepada orang tua dengan berbakti tanpa membantah.
3. Adab kepada guru dengan menghargai ilmu dan mendoakan mereka.
4. Adab kepada sesama dengan berkata lembut dan suka menolong.
5. Adab terhadap lingkungan dengan menjaga alam dan kebersihan.
Kehilangan adab hanya akan merusak tatanan kehidupan dan melahirkan kesombongan serta permusuhan. Sebaliknya, orang yang sederhana namun memiliki budi pekerti luhur akan selalu dihormati dan dicintai oleh Allah.
Sebagai penutup, pesan penting disampaikan agar kita tidak hanya sibuk mempercantik penampilan luar, tetapi juga menghiasi hati dengan akhlak mulia, karena kesempurnaan iman seorang mukmin diukur dari kebaikan akhlaknya.