BI Aceh: UMKM Kunci Pemulihan Ekonomi Pascabencana
- 24 Des 2025 12:04 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Bank Indonesia Perwakilan Aceh menegaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi faktor utama pemulihan ekonomi Aceh pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.
Kepala Perwakilan BI Aceh Agus Chusaini menyebut UMKM berperan vital karena menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja di Aceh. Kondisi ini menjadikan UMKM sebagai penyangga ekonomi daerah di tengah tekanan bencana.
“UMKM menjadi penyelamat ekonomi, termasuk saat bencana,” kata Agus dalam Dialog Banda Aceh Siang Ini di RRI Banda Aceh, pada senin (22/12/2025)
Ia mengungkapkan, banjir dan longsor berdampak langsung pada keberlangsungan UMKM, terutama usaha kecil di wilayah terdampak. Banyak kios dan warung rusak, bahkan tertimbun lumpur, sehingga aktivitas usaha terhenti.
Meski demikian, Agus menilai UMKM di Aceh memiliki daya tahan tinggi dan relatif cepat bangkit. Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan UMKM tetap bertahan ketika banyak usaha berskala besar mengalami kontraksi.
Sebagai bentuk dukungan, Bank Indonesia terus memperkuat pembinaan melalui program Wirausaha Bank Indonesia (WUBI). BI Aceh juga tengah mendata UMKM binaan yang terdampak bencana sebagai dasar penyaluran dukungan lanjutan.
“Pendataan sedang dilakukan agar UMKM terdampak bisa segera dibantu dan kembali beroperasi,” ujarnya.
Agus menegaskan percepatan penanganan pascabencana menjadi kunci pemulihan UMKM. Ketika masyarakat kembali bekerja, permintaan akan meningkat dan mendorong konsumsi rumah tangga.
“Konsumsi rumah tangga adalah penentu utama PDRB Aceh,” katanya.
Bank Indonesia Aceh optimistis, dengan kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha, UMKM kembali menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi Aceh pada 2026.