Pelaku UMKM Gunakan Kayu Bakar Demi Tetap Berjualan

  • 19 Des 2025 12:08 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Kelangkaan gas elpiji yang melanda Kota Sabang pascabencana banjir di wilayah daratan Aceh memaksa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memutar otak. Di kawasan wisata Sabang Fair, sejumlah pedagang kini mulai beralih menggunakan kayu bakar sebagai pendamping gas elpiji untuk memastikan usaha mereka tetap berjalan di tengah sulitnya pasokan gas itu.

Kondisi sulit ini telah dirasakan para pelaku usaha selama kurang lebih dua minggu terakhir. Salah seorang pedagang di kawasan wisata Sabang Fair Ebid saat ditemui RRI mengungkapkan penggunaan kayu bakar dilakukan karena stok gas yang diperoleh dari pangkalan sangat terbatas. Ia mengaku pendapatan jualan sejauh ini masih stabil dan tidak ada pembeli yang komplain dengan perubahan cara memasak tersebut.

"Sudah dua minggu kami pakai kayu. Kami tetap antre gas tapi untuk menghemat karena gas tinggal sedikit kami bantu dengan kayu bakar," kata Ebid, Jumat (19/12/2025).

Uniknya, kayu bakar yang digunakan para pedagang ini dikumpulkan langsung dari pinggir laut, di sekitaran pantai Sabang Fair. Selain sebagai solusi bahan bakar murah, hal ini juga dianggap membantu kebersihan lingkungan di kawasan wisata Sabang Fair. Kayu yang terdampar tersebut dinilai memiliki kualitas yang baik untuk pembakaran terlebih lagi sempat terkena air laut.

"Kayu-kayu ini kami kutip dari pinggir laut. Selain untuk jualan, ini juga untuk menjaga pariwisata kita indah, kayu-kayunya kami angkat dari laut agar bersih," jelasnya.

Meskipun distribusi tersendat, pelaku usaha ini meyakini tidak ada permainan dalam penyaluran gas elpiji. Menurut Ebid, kondisi ini murni dampak dari musibah bencana alam yang mengganggu jalur logistik secara menyeluruh di Aceh.

"Saya rasa tidak ada permainan karena seluruh Sabang memang lagi antre. Namanya lagi musibah dan kita harus saling menjaga," ungkapnya.

Terkait distribusi LPG, pedagang kecil tersebut membenarkan adanya antrean di pangkalan. Dirinya mengakui harus bersabar menunggu giliran selama dua hingga tiga hari untuk bisa mendapatkan satu tabung gas. Masyarakat dan pelaku UMKM berharap Pemerintah Kota Sabang dapat segera mengambil tindakan agar pasokan gas elpiji kembali normal.

"Harapannya pemerintah bisa menambah lagi pemasukan gas. Untuk usaha kecil seperti kami, yang penting stoknya lancar lagi agar kami tidak terus menerus kesulitan mendapatkan gas," tutupnya.

Rekomendasi Berita