Komunitas Anak Muda Jadi Garda Terdepan Isu Lingkungan di Aceh

  • 13 Mar 2026 21:12 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Pasca bencana banjir dan longsor yang menerjang Aceh dan Sumatera, awareness terhadap isu lingkungan semakin meningkat, tidak terkecuali anak muda saat ini yang dominan Generasi Z. Owner KAHF Intergrated School Banda Aceh, Bunda Dayah mengatakan bahwa semakin banyak Gen Z yang peduli terhadap lingkungan.

“Saya melihat, Gen Z sudah punya titik terang, semangat mereka, antusias mereka terhadap lingkungan. Walaupun mungkin karena dorongan untuk aktif di media sosial atau karena FOMO. Tapi menurut saya, pada dasarnya mereka terpanggil atau tertarik dengan isu lingkungan,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 2 Banda Aceh, Kamis 19 Februari 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekarang ini banyak komunitas-komunitas pecinta lingkungan dan sosial yang diinisiasi oleh Gen Z. “Saya melihat banyak sekali komunitas yang berbasis lingkungan, pegiatnya itu rata-rata anak muda keren. Contohnya saja ketika bencana banjir dan longsor yang baru saja melanda Aceh. Banyak relawan yang turun langsung ke lapangan untuk membantu korban, dan sebagian besar diantaranya adalah anak-anak muda,” tambahnya.

Gen Z juga memanfaatkan platform digitalnya untuk menyebarkan pesan positif dan gaya hidup ramah lingkungan. Gerakan membawa tumbler atau botol minum sendiri dan membawa bekal makanan sendiri untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai menjadi tren positif di kalangan anak muda.

Selain itu, fast fashion juga menjadi tantangan tersendiri. Menyikapi hal tersebut, beberapa anak muda mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan. Muncul lah tren thrifting, atau menggunakan pakaian preloved (bekas pakai). Ada juga yang memodifikasi pakaian lama agar terlihat baru, misalnya dengan menambahkan hiasan, sulaman, atau bordiran baru.

Rekomendasi Berita