Pentingnya Deteksi Dini dan Asesmen bagi Anak Berkebutuhan Khusus

  • 12 Mar 2026 12:29 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Banyak orang tua merasa khawatir atau bahkan ada juga yang cenderung menyangkal ketiika melihat perkembangan anak yang berbeda dari teman sebayanya. Maka dari itu, perlunya deteksi dini sebagai sebuah bentuk kepedulian. Langkah ini penting dilakukan, idealnya sebelum anak memasuki bangku sekolah, agar penanganan yang diberikan tepat sasaran.

Koordinator Terapi Bintang Kecil dan Teknisi Perilaku Terverifikasi, Marsela Zein, S.Psi, menjelaskan perbedaan mengenai asesmen dan ddeteksi dini. “Deteksi dini dilakukan sebelum anak masuk sekolah atau pada usia sedini mungkin. Sedangkan asesmen dilakukan saat anak sudah berada di sekolah atau sebagai tindak lanjut setelah ada diagnose awal,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Minggu 15 Februari 2026.

Tanda-tanda seperti minimnya kontak mata, kesulitan fokus hanya sekitar 1 hingga 2 menit, dan juga hambatan dalam kemampuan verbal bisa jadi sinyal bahwa anak mungkin butuh deteksi dini. Dengan deteksi dini, potensi anak dapat dioptimalkan dan hambatan dapat diminimalisir sebelum menjadi lebih sulit diatasi di masa dewasa.

Untuk proses asesmen, para terapis tidak sekadar memberikan diagnosis, melainkan juga memberikan program kebutuhan spesifik anak. “Para terapis melihat apa hambatan dan diagnosa terhadap anaknya. Kemudian kami menyusun program-program tambahan terhadap anaknya. Ada beberapa anak yang memerlukan program khusus karena adanya keterlambatan dalam cara belajar atau lainnya,” lanjutnya.

Tujuan akhir dari semua upaya terapi dan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus bukan sekadar prestasi akademi, melainkan kemandirian. Bagi anak yang baru terdeteksi di usia yang lebih dewasa, harapan tetap ada. Fokus penanganannya dapat dialihkan pada pengembangan minat dan bakat agar mereka dapat tetap produktif dan berdaya di tengan masyarakat.

Rekomendasi Berita