Ancaman Ledakan Gas Metana di Balik Gunungan Sampah

  • 13 Feb 2026 13:15 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Masalah sampah merupakan ancaman lingkungan yang nyata. Di Banda Aceh sendiri,sekitar 250 ton sampah dihasilkan setiap harinya. Namun, ironisnya angka daur ulang masih sangat minim, hanya 0,009 persen.

Salah satu isu yang sangat mendesak dari sampah adalah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian penuh. Selain banyaknya sampah anorganik seperti plastic yang memang sangat sulit terurai, sekitar 60% hingga 70% sampah yang masuk ke TPA adalah sampah organic, seperti sisa makanan dan ranting pohon.

Konsultan Daur Ulang Spacetogrow Development, Amber Desist, B.Sc., menjelaskan, bahwa penumpukan sampah organic di TPA dapat menghasilkan ledakan gas metana. “Menumpuknya sampah organik di TPA menciptakan kondisi anaerobik yang menhasilkan gas metana yang mudah terbakar dan dapat memicu ledakan di area pembuangan,” ujarnya dalam dialog bersama PRO 1 Banda Aceh, Sabtu 24 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa menghasilkan sampah seminimal mungkin dari masing-masing orang merupakan solusi paling efektif yang dapat diterapkan oleh seluruh orang di dunia. “Solusi paling efektif untuk masalah sampah di seluruh dunia adalah mengurangi. Karena sebenarnya, daur ulang bukanlah solusi lestari, karena sampah plastik hanya dapat didaur ulang beberapa kali,” tambahnya.

Jadi, hal pertama dalam mengatasi masalah sampah adalah mengurangi penggunaan sampah. Kemudian, melakukan pemilahan sampah untuk organik dan anorganik sejak dari rumah untuk membantu memperpanjang usia TPA dan menjaga keamanan lingkungan.

Rekomendasi Berita