Menu MBG Edisi Ramadan di Sabang Dapat Respons Positif Masyarakat

  • 26 Feb 2026 23:24 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadan di Kota Sabang mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah penerima manfaat mengaku puas dengan variasi menu serta mekanisme pembagian yang dilakukan tiga hari sekali selama bulan puasa.

Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah BGN Sabang, Yuni Karnisa, saat melakukan monitoring di beberapa titik distribusi MBG SPPG Sukakarya. Dirinya bersama staff SPPG meninjau langsung proses penyaluran sekaligus mendengar tanggapan para penerima manfaat, khususnya ibu balita, Kamis, 26 Febuari 2026.

Yuni mengatakan pihaknya melakukan penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif selama Ramadan. “Selama Ramadan kita lakukan sistem pembagian tiga hari sekali dengan mekanisme rapel. Ini menyesuaikan kondisi puasa dan juga mempertimbangkan jarak rumah penerima manfaat ke Posyandu,” kata Yuni.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil monitoring di lapangan, masyarakat memberikan tanggapan yang baik terhadap variasi menu yang disiapkan. “Alhamdulillah dari hasil pantauan dan komunikasi dengan ibu-ibu, sejauh ini tidak ada keluhan. Menu yang dibagikan rata-rata disukai balita,” ujarnya.

Sementara itu Rahayu yang merupakan kader Posyandu Desa Krueng Raya Kecamatan Sukakarya menyebut menu MBG selama Ramadan dinilai lebih variatif dan disukai anak-anak. “Alhamdulillah menu dalam bulan Ramadan ini sangat bagus dan sangat disukai balita serta ibu-ibu. Tidak ada komplain, semuanya suka,” ujarnya.

Ia juga menilai pola distribusi tiga hari sekali dengan sistem rapel dinilai membantu. Terangnya, jarak tempuh ke Posyandu yang cukup jauh menjadi salah satu kendala bagi sebagian warga. “Kalau tiga hari sekali ini sangat bagus. Ibu-ibu juga antusias saat mengambilnya. Tidak setiap hari datang, jadi lebih ringan,” katanya.

Hal senada disampaikan Rizki, yang mengambil paket MBG atas nama istrinya. Ia mengaku bersyukur program tersebut tetap berjalan selama Ramadan dengan menu yang bervariasi. “Alhamdulillah selama Ramadan kami masih menerima paket MBG. Menunya bervariasi, ada yang suka buah, ada yang tidak suka kue, jadi bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mekanisme pembagian tiga hari sekali memudahkan keluarga penerima manfaat. “Kalau tiga hari sekali sudah pas dan cukup. Sistem rapel ini memudahkan kami, apalagi jarak Posyandu cukup jauh dari rumah,” katanya.

Sementara itu, Nursaddah, penerima manfaat balita lainnya, mengaku puas dengan kualitas makanan yang diterima. “Alhamdulillah selama saya terima sangat memuaskan. Menunya bagus dan enak, anak-anak juga suka,” ucapnya.

Ia berharap pola distribusi tiga hari sekali dapat dipertahankan hingga akhir Ramadan. “Menurut saya ini sangat bagus, apalagi di bulan puasa. Kalau bisa dipertahankan sampai akhir puasa nanti,” katanya.

Selama Ramadan, pelaksanaan MBG di Sabang tetap berjalan dengan penyesuaian teknis distribusi. Untuk tahun ini, penerima manfaat diprioritaskan pada kelompok B3 yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta santri di pondok pesantren. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan gizi kelompok rentan dan santri tetap terpenuhi selama menjalani ibadah puasa.

Rekomendasi Berita