Rutan Depok Beberkan Dugaan sementara Cara Narkoba Masuk ke dalam Rumah Tahanan
- 05 Okt 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kalau investigasi (narkoba) melalui dibawa
- Tentunya kami berkomitmen, menjaga keamanan dan razia akan terus-menerus, tentunya dengan pendekatan persuasif.
- Rumah Tahanan Depok, Jawa Barat, mengonfirmasi video yang memperlihatkan sejumlah pria diduga berjoget dan mengonsumsi narkoba dalam rutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah Tahanan Depok, Jawa Barat, mengonfirmasi video yang memperlihatkan sejumlah pria diduga berjoget dan mengonsumsi narkoba dalam rutan. Pihak rutan, kini melakukan investigasi untuk mengungkap bagaimana narkoba dapat masuk ke dalam area tahanan sekaligus menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno mengatakan, dugaan masuknya narkoba ke dalam rutan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. "Kalau investigasi (narkoba) melalui dibawa," kata Ario saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Senin, 5 Oktober 2026.
Ario menegaskan, Rutan Depok akan memperketat pengawasan melalui pelaksanaan razia secara berkala. Upaya tersebut, dilakukan dengan pendekatan persuasif serta melibatkan sejumlah pihak eksternal untuk memperkuat pemberantasan narkoba di dalam rutan.
"Tentunya kami berkomitmen, menjaga keamanan dan razia akan terus-menerus, tentunya dengan pendekatan persuasif. Kemudian juga tetap kami menggandeng pihak eksternal untuk mendukung kami berkomitmen antinarkoba-nya," ucap Ario.
Kemudian, menurut Ario, keterbatasan jumlah petugas menjadi salah satu tantangan dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh warga binaan. Kondisi tersebut, terjadi meskipun razia rutin maupun razia secara insidental tetap dilakukan oleh pihak Rutan Depok.
"Begini, perlu diketahui teman-teman semuanya, kurang lebih saya di sini menjabat 1 bulan. Jadi kami baru mendapatkan amanah baru," ujar Ario.
Lalu, ia menambahkan, selama menjabat pihaknya terus melakukan penguatan terhadap personel sekaligus meningkatkan kegiatan pengawasan dan razia. "Juga karena keterbatasan SDM jumlah per hari ini 1.279, sedangkan yang shift berjaga itu 10 orang," kata Ario.
Untuk memperkuat pengamanan, Rutan Depok melibatkan aparat dari sejumlah institusi dalam kegiatan razia. Mereka antara lain berasal dari TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), hingga Brimob.
"Makanya kemarin kami tetap berusaha untuk mendukung kami pelaksanaan tugas dan komitmen Rutan Depok ini. Kami menggandeng pihak eksternal dari kepolisian, dari TNI, dari BNNK, juga dari Brimob," ucap Ario.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....