Kementerian PU Rampungkan Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi

  • 03 Okt 2026 12:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU merampungkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, dengan menyediakan 871 ruang dagang.
  • Fasilitas pasar terdiri dari 184 kios dan 687 los untuk mendukung aktivitas perdagangan masyarakat.
  • Revitalisasi pasar menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perekonomian daerah dan menghidupkan kembali pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur. Revitalisasi tersebut menghadirkan 871 kios dan los untuk mendukung aktivitas perdagangan, serta memperkuat perekonomian masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan revitalisasi pasar merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi daerah. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan kembali pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir mendukung penguatan ekonomi daerah, salah satunya dengan menghidupkan kembali pasar. Karena pasar ini jelas merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, 3 Oktober 2026.

Pasar Induk Banyuwangi ini berada di kawasan strategis perkotaan yang berdekatan dengan sejumlah bangunan bersejarah dan destinasi wisata. Lokasi tersebut berada dekat Pendopo Sabha Swagata, Bangunan Inggrisan, Gedung Juang, Taman Kota Sritanjung, serta Taman Blambangan.

Melalui revitalisasi, kawasan pasar ditata dengan pembagian area perdagangan di sisi utara dan selatan. Fasilitas yang disediakan meliputi gedung pasar, area perdagangan basah dan kering, akses pedestrian, serta area parkir.

Dari total 871 ruang dagang, pasar tersebut memiliki 184 kios dan 687 los. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung aktivitas perdagangan sebanyak 657 pedagang berdasarkan data profil pekerjaan.

Selain ruang perdagangan, pasar ini juga dilengkapi fasilitas parkir dengan kapasitas 332 kendaraan roda dua. Penataan akses masuk dan keluar kendaraan serta jalur pedestrian turut mendukung keteraturan kawasan perdagangan.

Program revitalisasi dilaksanakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Pekerjaan fisik proyek tersebut dilaksanakan PT Lince Romauli Raya dengan nilai kontrak sebesar Rp152 miliar.

Selain pasar, Kementerian PU juga merampungkan revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi dalam satu paket pengembangan kawasan. Bangunan tersebut ditata dengan fasilitas gedung pertemuan, hotel, kantor pengelola, klinik, kafe, dan galeri.

Asrama Inggrisan juga dilengkapi musala serta museum terbuka untuk mendukung pengembangan kawasan bersejarah. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendukung aktivitas ekonomi kreatif Banyuwangi.

Lokasi Asrama Inggrisan yang berdekatan dengan pusat perdagangan dan destinasi perkotaan dinilai memiliki potensi wisata. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan turut menghubungkan aktivitas perdagangan dengan pelestarian sejarah dan pariwisata lokal.

Melalui revitalisasi Pasar Induk dan Asrama Inggrisan, Kementerian PU mendukung penataan kawasan perkotaan Banyuwangi. Pengembangan kedua fasilitas tersebut diarahkan untuk menunjang perdagangan, pelestarian sejarah, serta penguatan potensi ekonomi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....