Kementerian PU Siap Bantu Relokasi Tiga Gedung Pemerintahan Rusak Berat di Solok
- 01 Okt 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PU Dody Hanggodo menyiapkan dukungan relokasi tiga gedung pemerintahan yang rusak berat akibat banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
- Ketiga gedung tersebut tidak layak dipertahankan di lokasi semula karena kondisi struktur bangunan sudah tidak memenuhi standar kelaikan.
- Hasil pemeriksaan awal dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) menemukan total 15 gedung perkantoran yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri PU Dody Hanggodo menyiapkan dukungan relokasi tiga gedung pemerintahan yang rusak berat akibat banjir bandang di Kabupaten Solok. Ia mengatakan ketiga gedung tersebut tidak layak dipertahankan di lokasi semula karena kondisi struktur bangunan tidak lagi layak dipertahankan.
Peninjauan dilakukan Dody di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Rabu, 30 September 2026. Dari hasil pemeriksaan awal Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Direktorat Jenderal Cipta Karya, terdapat 15 gedung perkantoran terdampak bencana.
Tiga gedung mengalami kerusakan berat, yakni Gedung Utama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Gedung Kantor Dinas PU Kabupaten Solok. Satu gedung lainnya adalah Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok.
Dody mengatakan, keputusan mengenai lokasi perkantoran selanjutnya akan dibahas bersama Bupati Solok dan jajaran pemerintah daerah. Ia menyatakan Kementerian PU siap membantu pemerintah daerah, baik untuk mempertahankan lokasi maupun melakukan relokasi.
“Terkait lahan kantor, kita akan bahas bersama dengan bupati dan tim. Saya pada prinsipnya siap bantu, tapi kalau dilihat dari tingkat kerusakannya, mungkin memang harus pindah,” kata Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Menteri PU secara khusus menyoroti kondisi Kantor Dinas PUPR yang berada di lokasi bekas jalur sungai. Menurutnya, posisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kantor terdampak cukup parah ketika banjir bandang terjadi.
Ia menyarankan agar kantor tersebut dipindahkan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan proses pemulihan. Selain pertimbangan keselamatan, proses pembersihan lokasi lama diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan.
Dody menilai pembangunan gedung baru di lokasi yang lebih aman juga dapat menjadi pertimbangan. Karena, opsi tersebut perlu memperhitungkan kebutuhan waktu dan biaya dalam proses pemulihan fasilitas pemerintahan.
Kementerian PU, lanjut Dody, siap memberikan dukungan apabila Pemkab Solok memutuskan melakukan relokasi. Dukungan tersebut termasuk membantu menyiapkan desain bangunan setelah pemerintah daerah menetapkan lokasi baru.
“Apapun yang diperlukan Solok, insyaAllah kami support, kami bantu. Kalau di lokasi yang baru juga nanti kita akan ikut bantu buatkan desainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, kehadiran Menteri PU menjadi dorongan bagi pemerintah daerah menentukan langkah pemulihan. Terkait relokasi, Jon Pandu menyebut Pemerintah Kabupaten Solok akan mengkaji kondisi secara detail sebelum mengambil keputusan.
“Dengan kehadiran Pak Menteri, insyaAllah menjadi obat. Selain itu juga menjadi ruang bagi kita ke depan langkah-langkah yang harus kita ambil,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....