Pembangunan Huntap Korban Bencana di Agam Dimulai, 360 Unit Disiapkan

  • 01 Okt 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemkab Agam, Sumatera Barat, mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
  • Pembangunan Huntap dilakukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di dua lokasi.
  • Total terdapat 360 unit huntap yang disiapkan untuk korban bencana di dua lokasi tersebut.

RRI.CO.ID, Lubuk Basung - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Pembangunan dilakukan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di dua lokasi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam Rinaldi mengatakan, pembangunan pertama berada di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan. "Pembangunan huntap sudah mulai di BBI Gumarang, Kecamatan Palembayan dan sudah dikontrak hingga akhir Desember 2026," kata Rinaldi di Lubuk Basung, Kamis 1 Oktober 2026.

Sebanyak 80 unit huntap akan dibangun di atas lahan seluas 1,1 hektare. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pembersihan dan pematangan lahan serta pembuatan pondasi bangunan.

Pembangunan huntap tersebut menggunakan bata sepablock melalui kerja sama dengan PT Semen Padang. Proyek dikerjakan kontraktor PT Dame Uli Jadiaman Indah dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 15 persen.

Rinaldi berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target kontrak.

Huntap di BBI Gumarang diperuntukkan bagi warga terdampak banjir bandang di Nagari Tigo Koto Silungkang dan Nagari Salareh Aia Timur yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Selain di Palembayan, pembangunan huntap juga disiapkan di lahan bekas PT Inang Sari, Lubuk Basung. Di lokasi seluas 10 hektare itu akan dibangun 280 unit huntap.

Kontrak pembangunan telah selesai dengan PT Abadi Saka sebagai pemenang. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung sejak September hingga akhir Desember 2026.

"Saat ini sedang proses penyiapan lahan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat mulai untuk pelaksanaan pembangunannya," ujar Rinaldi.

Dengan demikian, total terdapat 360 unit huntap yang disiapkan untuk korban bencana di dua lokasi tersebut.

Perkim Agam kini mendorong percepatan pekerjaan, terutama karena waktu pelaksanaan proyek yang relatif terbatas hingga akhir tahun. Salah satu langkah yang disiapkan adalah meminta kontraktor menambah jumlah pekerja di lapangan.

Selain tenaga kerja, kesiapan material juga menjadi perhatian agar pembangunan dapat segera berjalan. Khususnya di lahan bekas PT Inang Sari.

Pemkab Agam juga terus berkoordinasi dengan masyarakat dan tokoh adat setempat agar proses pembangunan mendapat dukungan dan kontraktor dapat segera bekerja. Koordinasi dilakukan mulai dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten.

"Ini bakal kita lakukan dan mudah-mudahan pembangunan huntap di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung bisa dilakukan dalam waktu dekat," kata Rinaldi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....