Hari Kesaktian Pancasila, Aubade SMKN 2 Cibinong Latihan Tiga Minggu

  • 01 Okt 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim aubade SMKN 2 Cibinong melakukan persiapan selama tiga minggu untuk pertunjukan Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang mencakup pengolahan lagu, aransemen, dan penyesuaian formasi.
  • Konduktor Pipit Nurwidayati menjelaskan bahwa formasi tahun ini berbeda karena anggota orkestra dari tahun sebelumnya telah lulus dari sekolah.
  • Tim aubade dan orkestra di SMKN 2 Cibinong sudah memiliki struktur organisasi yang mapan dan telah berkembang dari tahun ke tahun.

RRI.CO.ID, Jakarta - Konduktor Aubade SMKN 2 Cibinong Pipit Nurwidayati mengatakan timnya berlatih sekitar tiga minggu. Persiapan tersebut mencakup pengolahan lagu, aransemen, dan penyesuaian formasi untuk Upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Pipit menjelaskan tim aubade dan orkestra di sekolahnya sudah terbentuk sebelumnya. Namun, formasi tahun ini berbeda karena anggota orkestra pada tahun sebelumnya telah lulus.

“Kalau konduktor, kesempatan pertama, cuman kalau orkes tahun lalu juga alhamdulillah ada gitu, cuman formasinya agak berbeda gitu. Karena yang tahun lalu kan sudah lulus ya, jadi sekarang itu yang baru lagi,” ujar Pipit sebelum berlangsungnya Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Pipit, informasi mengenai lagu-lagu dalam penampilan tersebut diterima secara mendadak. Informasi tersebut membuat tim kembali mengolah lagu, menyusun aransemen, dan menyesuaikan formasi.

“Kalau tim khusus sebenarnya kan kita sudah ada, cuman karena kemarin informasinya mendadak itu jadi lagu-lagunya itu yang kita harus olah lagi. Aransemen lagi dan kita formasinya itu kurang lebih kemarin latihan itu tiga mingguan,” kata Pipit.

Sejumlah lagu dipersiapkan untuk penampilan pada 1 Oktober. Lagu tersebut antara lain “Gugur Bunga”, “Padamu Pahlawan”, “Garuda Pancasila”, dan beberapa lagu mars.

“Yang dipersiapkan itu karena ini 1 Oktober, jadi kita salah satunya itu seperti Gugur Bunga, terus Padamu Pahlawan gitu, terus ada lagu-lagu Mars seperti Garuda Pancasila. Dan kebetulan infonya Bapak Presiden itu suka dengan yang mars-mars gitu, jadi, kami bawakan lagu itu juga,” ucap Pipit.

Pipit mengungkapkan tantangan sebagai konduktor terletak pada penyatuan berbagai instrumen dalam satu harmonisasi. Menurutnya, perpaduan tersebut harus menghasilkan suara yang enak didengar.

“Aduh, tantangannya luar biasa. Karena kebetulan kan di depan RI kita harus menggabungkan beberapa instrumen yang menjadi satu harmonisasi yang didengar itu enak gitu,” ujar Pipit.

Pipit mengatakan penyatuan banyak instrumen dengan paduan suara menjadi tantangan tersendiri. Keseimbangan suara harus dijaga agar intonasi dan nada tetap tepat.

“Tantangannya di situ, jadi agak-agak sulit untuk menyatukan yang banyak instrumen dengan paduan suara. Kita harus balance beneran dan tidak boleh kayak istilahnya intonasi atau nada meleset sedikit aja sudah berbeda, gitu,” kata Pipit.

Pipit juga menyampaikan pesan kepada generasi muda pada momentum Hari Kesaktian Pancasila. Ia mengajak generasi muda tetap semangat serta menjaga solidaritas dan kebersamaan.

“Generasi muda tetep semangat, tetep terus menjaga solidaritasnya. Dan terus kebersamaannya supaya ke depannya bisa lebih baik lagi, gitu,” ucap Pipit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....