Pemkot Tangerang Klaim Angka Pengangguran Terbuka Turun 5,88 Persen

  • 30 Sep 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Tangerang mengklaim tingkat pengangguran terbuka diwilayahnya turun 5,88 persen
  • Lantaran menggencarkan program 3G, yang salah satunya adalah Gampang Kerja

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang mengklaim tingkat pengangguran terbuka diwilayahnya turun 5,88 persen. Lantaran menggencarkan program 3G, yang salah satunya adalah Gampang Kerja.

Hal itu untuk memberikan kesempatan pada tenaga kerja bisa terserap dengan optimal. Berdasarkan data penurunan dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan TPT Banten sebesar 6,63 persen.

"Kami terus membuka akses melalui Job Fair yang digelar rutin setiap bulan. Kami ingin kesempatan kerja semakin dekat dan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Rabu 30 September 2026.

Sementara itu, Job Fair periode 2026 telah menyerap sebanyak 864 warga Kota Tangerang dari 4.219 pelamar. Angka tersebut menunjukkan bahwa ketika akses kerja dipermudah, kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin terbuka.

"Saat seseorang mendapatkan pekerjaan, yang terbantu bukan hanya dirinya. Ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya, kebutuhan yang bisa terpenuhi, dan ada masa depan yang bisa ditata," ucapnya.

Selain itu, sambung Sachrudin Job Fair yang digelar rutin setiap bulan menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat. Kesempatan tersebut, lanjut Sachrudin, diberikan kepada bagi siapa saja, termasuk difabel.

"Jangan pernah merasa minder. Kita juga punya kemampuan dan kesempatan yang sama. Tetap semangat, terus belajar dan jangan takut mencoba,” ucap Sachrudin.

Sachrudin menegaskan kemampuan dan kompetensi menjadi pertimbangan, bukan keterbatasan. Ketika memenuhi kebutuhan pekerjaan, kesempatan harus dibuka.

"Semua memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya dan menjadi mandiri.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama Unit Layanan Disabilitas Pemkot Tangerang dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia," kata dia.

Hingga 2026, Disnaker Kota Tangerang sudah menempatkan sebanyak 57 pencari kerja (pencaker) berkebutuhan khusus di berbagai perusahaan yang tersebar di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Misalnya saja, bagi Dwiki Alpian yang saat ini telah bekerja di salah satu gerai ritel di kawasan Jalan Kisamaun, Kota Tangerang.

Bagi Dwiki, kesempatan itu kini telah menjadi bagian dari perjalanan menuju kemandirian. “Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di sini melalui Job Fair Kota Tangerang. Sekarang saya bisa bekerja, memiliki penghasilan dan lebih mandiri,” ujar Dwiki.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga mempermudah akses bagi para pencari kerja secara online melalui fitur Tangerang Cakap Kerja yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE. Prosesnya pun sederhana, pencari kerja cukup memindai QR code tanpa harus membawa CV secara langsung.

Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang semakin dekat. Ditambah lagi responsif terhadap kebutuhan pencari kerja maupun dunia usaha.

“Job Fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen,” ujarnya.

Pihaknya juga akan menghadirkan Pojok Lowongan Kerja (Joker) di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Ditargetkan diresmikan pada akhir Oktober 2026, layanan ini akan dibuka setiap Jumat sebagai tempat masyarakat mendapatkan informasi lowongan sekaligus mengakses peluang kerja secara langsung.

"Kami menyadari, kesempatan kerja tidak cukup hanya diciptakan, tetapi juga perlu diikuti dengan penguatan kompetensi. Karena itu, Gampang Kerja mendorong masyarakat tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membangun usaha secara mandiri," ucapnya.

Oleh sebab itu, Gampang Kerja juga hadir melalui On the Job Training (OJT), Bursa Kerja Khusus (BKK), SI PRAJA (Mobil Pelatihan Praktik Kerja), dan Balai Latihan Kerja (BLK). Berbagai pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk keterampilan digital dan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan di pasar kerja global.

Untuk mendukung dan sejalan dengan program pemerintah pusat dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) yaitu Asta Mandala melalui SMK Go Global. Pemkot Tangerang juga turut menghadirkan program BKK SMK di Kota Tangerang dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Kolaborasi ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan dan pencari kerja dengan kompetensi yang sesuai, termasuk pelatihan bahasa, teknologi informasi dan keterampilan kerja sebagai bekal menuju peluang penempatan kerja ke luar negeri.

"Gampang Kerja bukan sekadar membuka lowongan, tetapi membuka jalan menuju kemandirian," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....