Kebakaran di Tangerang Capai 138 Kejadian, Kerugian Rp6,23 Miliar

  • 30 Sep 2026 17:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Kota Tangerang memperkirakan nilai kerugian mencapai Rp6,23 miliar
  • Hal itu akibat 138 peristiwa kebakaran selama periode bulan Juli-Agustus 2026

RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat 138 kejadian kebakaran sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp6,23 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, kerugian terbesar terjadi pada Juli 2026 dengan nilai sekitar Rp5,71 miliar. Sementara pada Agustus, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp520 juta.

"Kerugian terbesar tercatat pada kebakaran di Kecamatan Benda pada Juli 2026, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat," ujar Mahdiar dalam keterangannya, Rabu, 30 September 2026.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tangerang, sebanyak 73 kejadian kebakaran terjadi pada Juli. Kemudian, 65 kejadian pada Agustus 2026.

Kecamatan Pinang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak, yakni 19 kejadian selama dua bulan tersebut. Disusul Kecamatan Periuk dengan 18 kejadian, serta Kecamatan Batuceper dan Ciledug yang masing-masing mencatat 14 kejadian.

Selanjutnya, Kecamatan Tangerang mencatat 11 kejadian, Karang Tengah 10 kejadian. Sedangkan Cibodas, Karawaci, Neglasari, dan Cipondoh masing-masing sembilan kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Benda mencatat enam kejadian. Adapun Jatiuwung dan Larangan masing-masing mencatat lima kejadian.

Mahdiar mengatakan, kebakaran lahan dan tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi objek yang paling banyak terbakar dengan total 71 kejadian. Rinciannya, 34 kejadian terjadi pada Juli dan 37 kejadian pada Agustus.

Selain itu, kebakaran permukiman tercatat sebanyak 20 kejadian, industri tujuh kejadian, dan tempat usaha sebanyak 14 kejadian. Kebakaran juga terjadi pada gardu atau tiang kabel listrik, kendaraan, lapak, tempat pembuangan limbah, serta objek lainnya.

Mengenai penyebab kebakaran, BPBD Kota Tangerang mencatat sejumlah dugaan, antara lain korsleting listrik, kompor, bara rokok, dan penyebab yang belum diketahui. Pada Juli, sebanyak 18 kejadian diduga akibat korsleting listrik, dua kejadian akibat kompor, dan 38 kejadian belum diketahui penyebabnya.

Sementara pada Agustus, korsleting listrik diduga menjadi penyebab 13 kejadian, kompor enam kejadian, bara rokok dua kejadian. Kemudian, 32 kejadian lainnya belum diketahui penyebabnya.

BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran sampah, lahan kosong, dan vegetasi kering.

Sepanjang September 2026, BPBD Kota Tangerang juga mencatat 40 kejadian kebakaran hingga 28 September. Tingginya kejadian tersebut antara lain dipengaruhi kondisi cuaca yang kering dan panas pada puncak musim kemarau.

Mahdiar mengatakan, petugas pemadam kebakaran telah melakukan puluhan operasi pemadaman di berbagai lokasi selama periode tersebut. "Sampai dengan 28 September, pemadaman kebakaran dilakukan sebanyak 40 kali," ujar Mahdiar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....