Ratusan Jamaah Gelar Salat Istisqa 'Tangerang Mengetuk Pintu Langit'

  • 28 Sep 2026 02:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ratusan jamaah mengikuti Salat Istisqa bertajuk “Tangerang Mengetuk Pintu Langit” di Lapangan Bola Villa Ilhami, Islamic Village, Tangerang, Ahad, 27 September 2026.
  • Salat tersebut menjadi ikhtiar bersama warga untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau.
  • Kegiatan yang diselenggarakan Forum Islamic Village Bersatu (FIBER) tersebut mendapat dukungan dari DKM, RW, majelis taklim, tokoh masyarakat, panitia, donatur, relawan, dan warga Islamic Village.

RRI.CO.ID, Tangerang - Ratusan jamaah mengikuti Salat Istisqa bertajuk “Tangerang Mengetuk Pintu Langit” di Lapangan Bola Villa Ilhami, Islamic Village, Tangerang, Ahad, 27 September 2026. Salat tersebut menjadi ikhtiar bersama warga untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau.

Kegiatan yang diselenggarakan Forum Islamic Village Bersatu (FIBER) tersebut mendapat dukungan dari DKM, RW, majelis taklim, tokoh masyarakat, panitia, donatur, relawan, dan warga Islamic Village. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.

Salat Istisqa dipimpin Naziri Alfansuri sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, jamaah diajak memperbanyak istighfar, melakukan muhasabah, memperkuat doa, serta memohon hujan yang cukup, bermanfaat, dan membawa keberkahan.

Ketua FIBER Heryadi Silvianto mengatakan Salat Istisqa bukan hanya menjadi sarana memohon turunnya hujan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kesadaran spiritual dan rasa syukur.

“Salat Istisqa bukan sekadar tentang meminta hujan. Ini adalah momentum bagi kita untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, bersyukur atas nikmat Allah, dan menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan,” ujar Heryadi.

Peserta berfoto usai Salat Istisqa bertajuk “Tangerang Mengetuk Pintu Langit” di Lapangan Bola Villa Ilhami, Islamic Village, Tangerang.

Heryadi mengatakan hujan merupakan nikmat yang perlu disyukuri ketika turun. Sementara kondisi yang masih membutuhkan hujan menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus berdoa dan berharap kepada Allah SWT.

“Hujan yang turun kita syukuri, hujan yang belum turun kita doakan,” katanya. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga harapan dan memperkuat doa di tengah kondisi kemarau.

Kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai pembelajaran bagi anak-anak dan generasi muda. Mereka diajak memahami pentingnya doa, ikhtiar, kepedulian terhadap sesama, serta rasa syukur dalam menghadapi berbagai keadaan.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa ketika menghadapi keadaan yang sulit, kita tidak hanya mengeluh,” ujar Heryadi. Menurutnya, masyarakat perlu tetap berikhtiar, berdoa, bersyukur, peduli kepada sesama, dan berserah diri kepada Allah SWT.

Heryadi mengapresiasi semangat gotong royong berbagai pihak dalam mempersiapkan pelaksanaan Salat Istisqa. Dukungan tersebut mencakup penyediaan perlengkapan, terpal, air minum, persiapan lapangan, hingga dukungan donatur dan relawan.

Heryadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh DKM, RW, majelis taklim, tokoh masyarakat, panitia, donatur, relawan, dan warga yang hadir serta mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap kebersamaan tersebut terus terjaga dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

“Kita mengetuk pintu langit dengan doa, syukur, dan harapan,” katanya. Ia berharap Allah SWT memberikan hujan yang cukup, bermanfaat, membawa keberkahan, dan menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....