Polda Sumsel Kerahkan Drone dan X-Fire untuk Atasi Karhutla di OKI
- 28 Sep 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polda Sumatera Selatan bersama SLOG Polri mengerahkan drone dan cairan X-Fire untuk memadamkan karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
- Teknologi tersebut menyasar lahan gambut di Desa Sungai Bungin dan kawasan Tol Trans Sumatera ruas Kapal Betung, yang sulit dijangkau petugas darat.
- Polri mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menjaga lingkungan guna mencegah meluasnya kebakaran dan kabut asap.
RRI.CO.ID, Jakarta - Polda Sumatera Selatan bersama SLOG Polri mengerahkan drone dan cairan X-Fire untuk memadamkan karhutla di Ogan Komering Ilir. Teknologi ini digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas darat, terutama kawasan gambut dan sekitar tol.
Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten OKI dalam beberapa waktu terakhir. Kebakaran memicu kabut asap pekat yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akibat terbatasnya jarak pandang pada pagi hari.
Tim SLOG Polri yang dipimpin Brigjen Pol Hery Santoso turun langsung ke lokasi sejak Sabtu hingga Minggu, 27 September 2026. Tim tersebut memberikan dukungan pemadaman di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta kawasan Tol Trans Sumatera ruas Kapal Betung.
Brigjen Pol Hery Santoso menjelaskan, kombinasi drone dan cairan X-Fire mampu membantu petugas menangani titik api secara lebih efektif. Teknologi tersebut menjadi solusi untuk menjangkau lokasi terpencil yang memiliki akses terbatas, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber air.
"Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air," ujar Hery dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 28 September 2026. Ia menambahkan, penyemprotan cairan X-Fire dari udara lebih praktis, ekonomis, serta dapat meminimalkan risiko bagi personel yang bertugas di lapangan.
Sebelum diterapkan di Kabupaten OKI, teknologi pemadaman tersebut telah melalui serangkaian uji coba di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Hasil pengujian itu menjadi bagian dari upaya kepolisian mengoptimalkan penanganan kebakaran melalui pemanfaatan teknologi yang lebih adaptif.
Selain mengerahkan personel, ia mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dengan menghindari praktik pembukaan lahan menggunakan api. Menurutnya, kesadaran bersama menjadi kunci penting untuk mencegah kebakaran berulang sekaligus menjaga kualitas udara tetap sehat.
"Ayo kita jaga alam sekitar kita, alam tetap lestari tanpa terbakar dan bebas asap," ucap Hery. Ajakan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya aparat kepolisian.
Pengerahan teknologi X-Fire merupakan bentuk komitmen Polri melindungi masyarakat. Ia menyebut pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak demi menjaga ekosistem serta kesehatan warga Sumatera Selatan.
"Pemanfaatan drone dan cairan X-Fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas," kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya. Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sehingga risiko kebakaran dan kabut asap.
Pengerahan teknologi tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan kepolisian menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi mengganggu lingkungan dan kehidupan masyarakat. Melalui inovasi pemadaman serta pendekatan pencegahan, Polda Sumatera Selatan berupaya menjaga kelestarian alam dan melindungi warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....