Menteri PU Minta Uji Geoteknik Longsor Aceh Tengah, Delapan Rumah Jadi Perhatian

  • 19 Sep 2026 13:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PU Dody Hanggodo meminta uji geoteknik dilakukan di lokasi longsor Kampung Sanehen, Aceh Tengah untuk menentukan penanganan delapan rumah warga.
  • Longsor di kawasan tersebut merupakan kejadian pertama kali yang memerlukan penanganan berdasarkan kajian teknis mendalam tentang kondisi tanah.
  • Pemerintah perlu memastikan kondisi dan kestabilan tanah sebelum menentukan langkah permanen untuk melindungi keselamatan penduduk.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta uji geoteknik dilakukan di lokasi longsor Kampung Sanehen, Aceh Tengah. Menurutnya, kajian tersebut diperlukan untuk menentukan penanganan delapan rumah warga berdasarkan kondisi dan kestabilan tanah.

Dody menjelaskan longsor di kawasan tersebut baru pertama kali terjadi dan memerlukan penanganan berdasarkan kajian teknis. Menurut Dody, pemerintah perlu memastikan kondisi tanah sebelum menentukan langkah permanen bagi delapan rumah warga.

“Supaya yang kita kerjakan ke depan itu lebih komprehensif, saya minta dilakukan uji geoteknik dulu. Jadi tahu kualitas tanahnya seperti apa, terus kira-kira kita bisa mengerjakan apa agar rumah itu ke depan bisa terselamatkan,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu, 19 September 2026.

Dody mengatakan terdapat dua opsi penanganan yang dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil kajian teknis tersebut. Ia mengungkapkan pemerintah dapat memperkuat tanah apabila kondisi kawasan masih memungkinkan untuk dilakukan penanganan.

“Kalau memang kondisinya sudah parah, kita bisa usulkan ke kepala daerah sebaiknya mereka direlokasi. Tapi kalau bisa kita perbaiki, kita akan perkuat tanahnya,” ucapnya.

Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hasil uji geoteknik lokasi longsor tersebut. Keputusan penanganan akan mempertimbangkan tingkat kerawanan kawasan serta keselamatan delapan rumah warga terdampak.

Longsor Kampung Sanehen ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu, 13 September 2026 sore. Kondisi tersebut menyebabkan material tanah longsor menutup lokasi dan membutuhkan penanganan tanggap darurat.

Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah mengerahkan excavator membersihkan material tanah longsor. Alat berat tersebut masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Penanganan tersebut juga menjadi langkah awal sebelum pemerintah menentukan solusi permanen berdasarkan hasil kajian kondisi tanah. Hasil uji geoteknik nantinya menjadi dasar menentukan apakah kawasan diperkuat atau warga perlu direlokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....