Dilanda Krisis, Warga Tangerang Terpaksa Konsumsi Air Keruh Berbau

  • 19 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten terpaksa mengkonsumsi air keruh berwarna hijau dan berbau
  • Lantaran krisis akibat kemarau selama lima bulan melanda wilayah tersebut

RRI.CO.ID, Tangerang - Warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa mengonsumsi air keruh berwarna hijau dan berbau. Hal ini terpaksa dilakukan akibat krisis akibat kemarau selama lima bulan melanda wilayah tersebut.

Salah seorang warga setempat, Reri mengatakan dirinya bersama warga lainnya terpaksa memanfaatkan air Sungai Cimanceuri karena tidak memiliki sumber air bersih lain. Alhasil, air sungai tersebut tidak hanya digunakan untuk mandi dan mencuci, tetapi juga untuk memasak dan minum.

"Sudah lima bulan kami kekeringan. Warga terpaksa menggunakan air sungai karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada," ujar Reri, Jumat, 18 September 2026.

Ia bersama warga lainnya menyadari bahwa kondisi air Sungai Cimanceuri yang keruh, berbau dan berwarna hijau berisiko bagi kesehatan. "Airnya kotor dan bau, jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening, setelah itu baru dimasak," kata Reri.

Reri menyadari penggunaan air sungai untuk mandi juga menimbulkan keluhan pada kulit. Bahkan, sejumlah warga telah mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut.

"Gatal-gatal itu sudah pasti, namanya juga air begini. Tapi mau gimana lagi ya harus kita penuhi untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Reri berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah mereka. Pasalnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan pihaknya rutin menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Ia mengimbau perangkat desa hingga RT diwilayah terdampak untuk segera melapor kepada BPBD jika ada warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

"Ini sudah bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih. Untuk Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya apabila ada yang membutuhkan air bersih tinggal hubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan Call Center 112," ujar Taufik.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....