Kekeringan Ancam 311,8 Hektare Sawah di Tangerang

  • 17 Sep 2026 09:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat 311,8 hektare sawah berpotensi mengalami gagal panen (puso)
  • Lantaran kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino Godzilla mulai mengancam sektor pertanian

RRI.CO.ID, Tangerang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat 311,8 hektare sawah berpotensi mengalami gagal panen atau puso. Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino Godzilla dan mulai mengancam sektor pertanian.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan luas lahan pertanian terdampak kekeringan masih berpotensi meningkat. Hal itu seiring kondisi cuaca dan meluasnya wilayah yang mengalami kekeringan.

"Berdasarkan data per September area terdampak puso seluas 311,8 hektare. Dan diperkirakan akan bertambah sejalan dengan kondisi iklim sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG," ujarnya, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Ujang, lahan pertanian yang terancam puso tersebar di 17 kecamatan dan 27 desa di Kabupaten Tangerang. Wilayah tersebut meliputi Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Kemiri, Sukadiri, Mauk, Sukamulya, dan Kresek.

Mengantisipasi dampak terhadap petani, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan langkah penanganan. Salah satunya dengan menyediakan benih pengganti bagi petani yang mengalami puso akibat kekeringan.

"Pemkab Tangerang berkolaborasi dengan Pemprov Banten berupaya menyiapkan benih pengganti bagi para petani yang mengalami puso. Ancaman terhadap lahan pertanian tersebut terjadi di tengah kondisi kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," kata dia.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mencatat 25 kecamatan masuk status awas bencana kekeringan. Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau ekstrem yang dikaitkan dengan fenomena El Nino Godzilla.

Kekeringan tersebut tercatat berlangsung sejak 1 Juli hingga 12 September 2026. Status awas ditetapkan pada wilayah yang berpotensi mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari dan diperkirakan mendapat curah hujan sangat rendah.

"Sebanyak 25 kecamatan yang masuk status tersebut yakni Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek dan Kronjo. Lalu Kosambi, Legok, Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga serta Tigaraksa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....