Jembatan Manyar Dibuka, Akses Logistik ke Kawasan Industri Gresik Makin Lancar

  • 15 Sep 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum membuka Jembatan Manyar Nomor 10 di Gresik sejak 3 September 2026 untuk memastikan konektivitas jalur strategis.
  • Jembatan baru ini menggantikan jembatan lama yang mengalami penurunan kondisi struktur dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
  • Pembukaan jembatan ini bertujuan untuk memperlancar distribusi logistik di Jawa Timur dan mendukung perekonomian daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka Jembatan Manyar Nomor 10 di Gresik untuk lalu lintas sejak 3 September 2026. Jembatan baru tersebut dibangun untuk menjaga konektivitas jalur strategis sekaligus memperlancar distribusi logistik Jawa Timur.

Jembatan ini menggantikan jembatan lama yang mengalami penurunan kondisi struktur dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. “Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 15 September 2026.

Pembangunan Jembatan Manyar Nomor 10 ini dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Timur-Bali. Jembatan tersebut memiliki panjang bentang 80 meter dengan pondasi menggunakan spunpile berdiameter 600 milimeter.

Pekerjaan juga mencakup abutment, rangka baja A80, serta perkerasan jalan menggunakan flexible pavement. Kehadiran jembatan baru ini juga ditujukan meningkatkan kapasitas jalan nasional sekaligus memperlancar arus kendaraan menuju kawasan industri.

Jalur tersebut menjadi akses penting menuju dan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE di Kabupaten Gresik. Selain itu, infrastruktur tersebut juga mendukung kelancaran distribusi logistik melalui Jalan Lintas Utara (Pantura) Jawa Timur.

Sebagai salah satu kawasan industri, Gresik memiliki intensitas lalu lintas tinggi, terutama kendaraan berat dan truk pengangkut barang. Kondisi tersebut sebelumnya kerap memicu kemacetan, terutama ketika kendaraan mengalami gangguan di atas jembatan.

Warga Tanjungwidoro, Kabupaten Gresik, Baihaqi menyambut positif beroperasinya Jembatan Manyar yang baru tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan baru membantu mengurangi kemacetan dan membuat perjalanan menuju Gresik semakin lancar.

“Setelah adanya jembatan ini, saya sebagai pengguna jalan juga merasa gembira karena sudah memperkecil kemacetan juga. Ya menguntungkan bagi para driver,” ucap Baihaqi.

“Sebelumnya akses ke Gresik itu pasti macet. Jadi sekarang sudah ada jembatan tadi jadi lebih lancar,” ujarnya.

Kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut didominasi kendaraan berat karena Gresik merupakan salah satu pusat industri. Dengan beroperasinya jembatan baru, konektivitas menuju kawasan industri dan KEK JIIPE semakin diperkuat.

Pembangunan tersebut sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang di wilayah Jawa Timur. Kementerian PU memastikan infrastruktur jalan dan jembatan tetap aman, andal, serta memberikan manfaat langsung masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....