Pemkab Garut Jemput 11 Warga Selamat Korban KM Virgo Transport 8

  • 17 Sep 2026 13:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 11 warga Garut yang selamat dari kecelakaan KM Virgo Transport 8 dijemput Pemkab Garut di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Pemkab Garut menyiapkan pemeriksaan fisik dan kondisi psikologis sebelum para penyintas dipulangkan ke rumah.
  • Dari 22 warga Garut yang bekerja di kapal, 11 selamat, dua meninggal dunia, dan sembilan lainnya masih dalam pencarian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 11 warga Kabupaten Garut yang selamat dari kecelakaan KM Virgo Transport 8 dipulangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan tim untuk menjemput dan mendampingi mereka hingga kembali ke daerah asal.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Marlinda Siti Hana, mengatakan 11 warga tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 11.45 WIB. Ia bersama tim kesehatan Dinas Sosial ditugaskan pemerintah daerah untuk menjemput mereka.

"Rencana tiba yang selamat itu sekitar 11 orang sampai di Bandara Soekarno-Hatta, terjadwal pukul 11.45. Kita sedang menjemput ke sana atas nama Pemerintah Kabupaten Garut yang ditugaskan saya selaku kepala dinas beserta tim kesehatan," ujar Marlinda dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis, 17 September 2026.

Marlinda menjelaskan, terdapat 22 warga Kabupaten Garut yang tercatat bekerja di KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 11 orang selamat, sembilan orang masih dalam pencarian, sementara dua orang telah meninggal dunia.

Dua warga Garut yang meninggal dunia sebelumnya telah dipulangkan dan diserahkan kepada keluarga. Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan bantuan Kementerian Perhubungan.

Menurut Marlinda, kondisi 11 warga yang selamat secara umum baik. Namun, beberapa di antaranya masih mengalami trauma setelah peristiwa kecelakaan yang terjadi pada dini hari.

"Alhamdulillah, satu orang kemarin sempat dirawat karena trauma sedikit, tapi kemarin sudah membaik. Ada sekitar dua sampai tiga orang yang agak trauma, tapi saya pikir itu wajar karena mengalami kejadian seperti itu," katanya.

Para korban sebelumnya juga telah mendapatkan trauma healing dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan. Pemerintah Kabupaten Garut tetap akan melakukan pemeriksaan ulang setelah mereka tiba di daerah.

Marlinda yang juga berlatar belakang dokter mengatakan pemeriksaan akan mencakup kondisi fisik dan psikologis para korban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan mereka dalam kondisi aman setelah menjalani perjalanan dari Kalimantan Selatan.

"Nomor satu pasti cek fisik dulu, seperti biasa, tensi, tekanan, dan lain-lain. Setelah itu saya akan anamnesis, bagaimana dia, apakah ingatannya baik, serta apakah bisa berkomunikasi dengan baik," ujarnya.

Setelah tiba di Garut, para korban akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Garut. Mereka kemudian akan diarahkan melalui satu posko sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

Ia mengatakan, seluruh biaya perjalanan dan penanganan para korban akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Garut. Pemerintah daerah juga menyiapkan tim pendamping yang terdiri dari dokter, perawat, pekerja sosial, staf bidang terkait, serta pengemudi.

Sebanyak 11 warga yang dipulangkan tersebut seluruhnya merupakan laki-laki. Mereka berasal dari satu wilayah yang sama di Kabupaten Garut dan bekerja di KM Virgo Transport 8 dengan sejumlah tugas berbeda.

Marlinda menyebut sebagian warga bekerja sebagai anak buah kapal, petugas kantin, hingga tenaga kebersihan. Namun, ia masih akan melakukan pendataan lebih lanjut terkait pekerjaan masing-masing korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....