Dinkes Banjarmasin Siapkan 154 Nakes untuk Layani Korban KM Virgo Transport 8
- 15 Sep 2026 10:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penanganan 22 korban selamat KM Virgo Transport 8 masih berlangsung sesuai standar pelayanan kesehatan.
- Dinkes Banjarmasin menyiapkan 154 tenaga kesehatan yang dibagi dalam empat sift di Posko Trisakti.
- Korban yang membutuhkan perawatan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit, termasuk mendapat pendampingan psikologis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penanganan 22 korban selamat KM Virgo Transport 8 masih berjalan baik sesuai standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan. Para penumpang masih dipindahkan dari kapal menuju kapal lebih besar sebelum dibawa menuju pelabuhan untuk mendapat perawatan medis.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyiapkan 154 tenaga kesehatan untuk menangani seluruh korban yang selamat selama proses evakuasi berlangsung. Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter dan paramedis yang bertugas dalam empat sif selama beberapa hari di posko.
"Penanganan korban yang selamat sampai saat ini berjalan baik, dan kami masih menunggu kondisi 22 penumpang. Setelah tiba di pelabuhan, para korban akan langsung dibawa menuju rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan," kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Yanuar Diansyah dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa, 15 September 2026.
Seluruh tenaga kesehatan ditempatkan langsung di Posko Trisakti untuk memberikan pelayanan awal kepada korban setelah proses evakuasi selesai. Korban yang membutuhkan penanganan lanjutan akan segera dirujuk ke rumah sakit yang telah menyiapkan tenaga serta fasilitas kesehatan.
"Kami menyiapkan 154 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan paramedis, kami membaginya dalam empat sift. Setiap sif berlangsung sekitar lima hingga enam jam, sehingga pelayanan kepada korban tetap berjalan selama beberapa hari," ujarnya.
Selain penanganan medis, Dinas Kesehatan juga memberikan pendampingan psikologis bagi korban yang mengalami trauma setelah kejadian tersebut berkelanjutan. Pendampingan dilakukan tenaga spesialis kesehatan jiwa masyarakat agar kondisi psikologis korban dapat dipantau selama menjalani proses pemulihan korban.
"Untuk korban yang mengalami trauma psikologis, pendampingan sudah dilakukan oleh spesialis kesehatan jiwa masyarakat di posko. Kami memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan secara menyeluruh, termasuk dukungan psikologis selama proses pemulihan setelah kejadian berlangsung," kata Yanuar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....