Pencarian Delapan Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari
- 15 Sep 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- SAR gabungan memperpanjang pencarian delapan orang hilang di Selat Sunda hingga 17 September 2026.
- Evaluasi tujuh hari pencarian menemukan sejumlah tantangan dan area yang belum tersisir secara optimal.
- Pencarian dilanjutkan melalui jalur laut dan udara dengan mempertimbangkan cuaca serta debu vulkanik Anak Krakatau.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim SAR gabungan memperpanjang operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak Arupadhatu 1 yang hilang kontak Selat Sunda. Operasi pencarian sebelumnya berlangsung tujuh hari dan kini dilanjutkan hingga Kamis, 17 September 2026 setelah evaluasi menyeluruh tim.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad mengatakan keputusan memperpanjang operasi diambil melalui rapat koordinasi bersama seluruh unsur terkait lapangan. Evaluasi tersebut memetakan tantangan pencarian serta sejumlah area perairan yang dinilai belum tersisir secara optimal selama sepekan terakhir.
"Rapat koordinasi menyepakati pencarian dilanjutkan selama tiga hari ke depan dengan kekuatan personel dan peralatan yang tersedia. Kami mengevaluasi seluruh proses sejak hari pertama hingga ketujuh untuk mengetahui tantangan serta objek yang belum terlewati," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 15 September 2026.
Dalam operasi tambahan, tim tetap mengandalkan pencarian melalui jalur laut sekaligus pemantauan udara untuk memperluas jangkauan pencarian korban. Namun, penggunaan sejumlah peralatan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau setempat.
Ia menjelaskan pencarian udara menggunakan helikopter sangat bergantung pada kondisi angin dan keberadaan debu vulkanik Anak Krakatau. Karena itu, tim SAR menyesuaikan strategi agar proses pencarian tetap aman dan efektif selama operasi tambahan berlangsung di lapangan sekitar.
"Kami tetap menggunakan kapal, termasuk pemantauan udara, tetapi semuanya bergantung pada kondisi cuaca selama pencarian berlangsung,” ucap Al. Kondisi angin dan debu vulkanik menjadi pertimbangan penting ketika tim menentukan penggunaan sarana udara dalam operasi.
Perpanjangan operasi dilakukan setelah Basarnas mengevaluasi kemungkinan penghentian pencarian pada hari ketujuh berdasarkan hasil perkembangan lapangan terkini operasi. Keputusan tersebut menjadi upaya lanjutan menemukan delapan orang yang masih hilang sekaligus memastikan seluruh area pencarian diperiksa secara maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....