Libatkan Opsel, Kemkomdigi Telusuri Sinyal HP Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

  • 14 Sep 2026 04:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemkomdigi mengerahkan jaringan operator seluler untuk mendukung operasi pencarian delapan warga hilang di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026.
  • Rombongan yang hilang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal speedboat Arupadhatu 1 yang sedang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria langsung meninjau proses pencarian untuk memastikan koordinasi antar lembaga berjalan optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengerahkan jaringan operator seluler mendukung pencarian delapan warga yang hilang di Selat Sunda. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi) Nezar Patria, usai meninjau langsung proses pencarian tersebut.

Pencarian delapan warga ini terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal speedboat Arupadhatu 1. Rombongan tersebut hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Dalam mendukung upaya pencarian rombongan yang hilang tersebut, Wamenkomdigi menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan tiga opsel. Hal ini dijelaskannya, untuk menelusuri jejak sinyal komunikasi para korban dari Base Transceiver Station (BTS) di sekitar lokasi.

"Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler (opsel-red), tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung," kata Nezar dalam keterangan resminya, Minggu, 13 September 2926.

Dijelaskan Wamenkomdigi, berdasarkan informasi dari tiga operator seluler, menunjukan kontak komunikasi terakhir terjadi pada 7 September 2026. Kontak tersebut diungkapkannya, terjadi di Pulau Sebesi yang merupakan salah satu gugus pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.

Nezar mengatakan, data mengenai aktivitas jaringan tersebut telah diteruskan kepada tim SAR, untuk diproses dalam upaya pencarian. Sehingga diungkapkan Wamenkomdigi memasuki hari kelima, tim SAR gabungan melakukan perluasan area lokasi pencarian dan pertolongan.

"Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi," ujar Wamenkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....