Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, BPBD Ungkap Kondisi Warga Lumajang Hari Ini
- 15 Sep 2026 09:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gunung Semeru, di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Selasa, 15 September 2026, dini hari.
- Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho membenarkan, adanya suara gemuruh kuat yang menyertai aktivitas erupsi Gunung Semeru.
- Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut. Pagi ini warga di lereng Gunung Semeru beraktivitas normal seperti biasanya
RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Semeru, di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Selasa, 15 September 2026, dini hari. Aktivitas erupsi disertai suara gemuruh kuat, terdengar hingga permukiman warga di kawasan lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho membenarkan, adanya suara gemuruh kuat yang menyertai aktivitas erupsi Gunung Semeru. Meski demikian, dipastikannya, tidak terdapat dampak terhadap warga dan aktivitas masyarakat di sekitar lereng gunung tetap berjalan normal.
“Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut. Pagi ini warga di lereng Gunung Semeru beraktivitas normal seperti biasanya,” kata Isnugroho dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, di Lumajang, Jawa Timur, Selasa, 15 September 2026.
Ia mengatakan, Gunung Semeru saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, pemerintah mengingatkan, masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan di kawasan rawan bencana.
BPBD Lumajang, kata Isnugroho, mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Tepatnya, hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru yang menjadi pusat erupsi.
"Larangan tersebut diberlakukan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas guguran maupun aliran lahar. Masyarakat di luar radius tersebut juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai," ucap Isnugroho.
Kawasan tersebut, Isnugroho menegaskan, masih berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak. Selain itu, aktivitas masyarakat juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Area tersebut, dinilai berbahaya karena masih memiliki potensi lontaran batu pijar. BPBD juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, dan lahar.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujar Isnugroho.
Sementara itu, rangkaian erupsi Semeru pada Selasa dini hari sebelumnya tercatat terjadi sebanyak empat kali. Erupsi ketiga pada pukul 04.32 WIB menjadi yang paling tinggi secara visual, dengan kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter.
Hingga saat ini, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta PVMBG. Warga juga diimbau, tidak memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....