Pelayanan Kesehatan di Jila Mimika Dihentikan sementara
- 12 Sep 2026 06:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyatakan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) mengalami trauma setelah terjadi kontak tembak di Distrik Jila.
- Para nakes tersebut telah dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara.
- Kepala Dinas Kesehatan Mimika Godfried Maturbongs mengatakan pelayanan kesehatan di Distrik Jila dihentikan sementara.
RRI.CO.ID, Timika - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyatakan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) mengalami trauma setelah terjadi kontak tembak di Distrik Jila. Para nakes tersebut telah dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika Godfried Maturbongs mengatakan pelayanan kesehatan di Distrik Jila pun dihentikan sementara. Ini setelah seluruh tenaga kesehatan dievakuasi pada 18 Agustus 2026.
"Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa nakes mereka mau kembali tetapi mereka masih trauma dengan peristiwa itu. Sekarang proses untuk menghilangkan trauma itu juga butuh waktu," kata Godfried di Timika, Jumat 11 September 2026.
Menurutnya, salah satu tenaga kesehatan yang dievakuasi mengalami trauma berat. Kondisi tersebut terjadi karena yang bersangkutan telah beberapa kali mengalami kejadian serupa selama menjalankan tugas pelayanan kesehatan di Jila.
Godfried mengatakan hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan menunjukkan tenaga kesehatan tersebut tidak diperbolehkan kembali bertugas di wilayah itu. "Hasil dari dokter spesialis jiwa yang biasanya kami berkontrak untuk datang ke Timika, memang hasil pemeriksaannya nakes ini tidak boleh lagi bertugas di sana," ujarnya.
Ia menjelaskan, tenaga kesehatan tersebut bahkan mengalami respons spontan ketika mendengar suara benda jatuh karena menganggapnya sebagai suara tembakan. "Dia mendengar benda jatuh saja dia langsung kaget karena trauma dengan bunyi-bunyi tembakan sehingga ketika dia dengar bunyi benda jatuh secara spontan/refleks dia berlari menghindari itu," katanya.
Godfried mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Mimika terkait keberlangsungan pelayanan kesehatan di Jila. Namun, menurutnya, jaminan keamanan dan keselamatan menjadi pertimbangan utama sebelum para nakes kembali ditugaskan.
"Tugas dan tanggung jawab saya adalah menghadirkan tenaga kesehatan di sana, namun pada satu sisi itu tenaga kesehatan juga membutuhkan jaminan keamanan. Mereka mau bekerja tetapi apakah ada jaminan keamanan dan jaminan keselamatan di tempat tugas," ujarnya.
Dinas Kesehatan Mimika, lanjut Godfried, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi. Agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jila tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan.
Sebelumnya, kontak tembak antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan terjadi di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026. Peristiwa tersebut kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika mengevakuasi tenaga kesehatan, guru, dan aparatur sipil negara (ASN) dari wilayah tersebut karena alasan keamanan dan keselamatan kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....