Kementerian PU Optimalkan Saluran Tersier untuk Padamkan Karhutla di Kapuas
- 08 Sep 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum mengoptimalkan saluran tersier di Kabupaten Kapuas untuk menjadi sumber air pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
- Kebakaran yang terjadi di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup telah menghanguskan sekitar 400 hektare lahan di kawasan Tersier 2, 3, 4, dan 5 Kiri.
- Balai Wilayah Sungai Kalimantan II berperan aktif dalam mengendalikan kebakaran dengan memanfaatkan saluran irigasi sebagai sumber air di tengah kondisi cuaca panas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan saluran tersier sebagai sumber air pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas. Upaya tersebut dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II untuk membantu mengendalikan kebakaran di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup.
Kebakaran tersebut berdampak terhadap lahan sekitar 400 hektare di kawasan Tersier 2, 3, 4, dan 5 Kiri. Di tengah kondisi cuaca panas membuat ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian api.
BWS Kalimantan II melalui Tim Unit Pengelola Irigasi Dadahup memompa air dari saluran tersier menuju lokasi kebakaran. Sebanyak empat pompa portable dan 30 personel dikerahkan untuk pemompaan, pemadaman, pemantauan, serta koordinasi lapangan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan infrastruktur sumber daya air harus dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, pemanfaatan tersebut mencakup dukungan terhadap penanganan kondisi darurat, ketersediaan air, dan keselamatan masyarakat.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Pemanfaatan saluran tersier memungkinkan suplai air dilakukan lebih dekat dengan lokasi kebakaran yang terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian kesiapsiagaan Kementerian PU menghadapi kondisi kering selama musim kemarau, termasuk mengantisipasi dampak El Nino.
Penanganan di Bentuk Jaya A5 menjadi bagian rangkaian dukungan Kementerian PU di kawasan Dadahup. Sebelumnya, dukungan pemadaman juga diberikan di Tanah Restan B4 dan Desa Dadahup pada 24 Agustus 2026 lalu.
Kemudian, BWS Kalimantan II kembali memberikan dukungan di Desa Petak Batuah A2 pada 1 September 2026. Penanganan tersebut menggunakan satu pompa portable dan melibatkan 10 personel untuk mengatasi kebakaran lahan.
Rangkaian penanganan tersebut menunjukkan kesiapsiagaan BWS Kalimantan II dalam mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air. Pemantauan kawasan dan kesiapan personel, pompa, serta sarana pendukung terus dilakukan menghadapi kebutuhan penanganan lanjutan.
Kementerian PU melalui BWS Kalimantan II terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait mengendalikan karhutla. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan kembali titik api selama kondisi kemarau berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....