Kementerian PU Cek 28 Sabo Dam Gunung Sinabung Hadapi Potensi Lahar Dingin
- 08 Sep 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum memeriksa 28 bangunan Sabo Dam di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, untuk mengantisipasi potensi lahar dingin dari Gunung Sinabung.
- Gunung Sinabung saat ini berada pada status Level III atau Siaga dengan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
- Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya manusia merupakan kunci penting dalam penanganan bencana alam.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memeriksa 28 bangunan Sabo Dam menghadapi potensi lahar dingin Gunung Sinabung, di Sumatra Utara. Pemeriksaan dilakukan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang kini berstatus Level III atau Siaga.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya menjadi bagian penting mendukung penanganan bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut diperlukan agar Kementerian PU dapat merespons kebutuhan masyarakat terdampak secara cepat.
“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan, yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 8 September 2026.
Pemeriksaan Sabo Dam dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan untuk memastikan infrastruktur pengendali lahar tetap berfungsi. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi infrastruktur pengendali sedimen dan material lahar di kawasan Gunung Sinabung.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat dan infrastruktur yang berada di wilayah hilir.
Material vulkanik yang mengendap dapat terbawa aliran air ketika hujan turun di kawasan Gunung Sinabung. Aliran tersebut berpotensi menjadi debris atau banjir lahar dingin yang mengancam wilayah hilir.
Material berupa pasir, kerikil, hingga batu berukuran besar berpotensi mengganggu alur sungai. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur sepanjang aliran sungai.
Sebanyak 28 bangunan Sabo Dam ini tersebar pada empat aliran sungai di kawasan Gunung Sinabung. Keempat aliran tersebut meliputi Sungai Lau Borus, Lau Perita, Lau Perbaji, dan Lau Bekerah.
Pembangunan infrastruktur Sabo Dam sebelumnya telah dilaksanakan sejak 2016 dan rampung pada 2019. Keberadaan Sabo Dam berperan mengendalikan material vulkanik sebelum mencapai kawasan hilir.
Bangunan tersebut dirancang mengendalikan arah aliran serta menahan material sedimen yang terbawa aliran sungai. Kesiapsiagaan infrastruktur semakin penting seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Sumatra Utara.
Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur menjadi bagian penting menghadapi kondisi darurat dan menjaga akses masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak bencana akibat aktivitas vulkanik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....